Susah Cari Kerja Zaman Now? Intip Cara Ampuh China Basmi Pengangguran, Buat Kaget!

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Beijing – Disaat teknologi canggih dianggap sebagai ancaman yang memicu maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) global, Pemerintah China justru mengambil langkah sebaliknya. 

Beijing secara resmi menjadikan teknologi AI sebagai strategi utama untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menopang perekonomian negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah strategis ini diumumkan dalam pembukaan sidang tahunan parlemen China pada pekan lalu. Pemerintah menargetkan pemanfaatan AI secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan guna merespons perlambatan ekonomi serta tantangan demografi berupa populasi tenaga kerja yang kian menua.

Menteri Sumber Daya Manusia China, Wang Xiaoping, menegaskan, jika pemerintah tidak melihat AI sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang.

“Pemerintah secara aktif memanfaatkan AI untuk menciptakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja bagi 12,7 juta lulusan universitas tahun ini,” ujarnya pada Rabu (11/3/2026).

Analis senior Plenum, Shujing He, menilai prioritas kebijakan China saat ini memang difokuskan pada dorongan adopsi dan kemampuan AI, dibandingkan sekadar mengantisipasi dampak pengurangan lapangan kerja akibat otomatisasi.

Meski demikian, strategi pemerintah ini tetap memicu perdebatan. Kepala Ekonom Asia-Pasifik Natixis, Alicia Garcia-Herrero, memperingatkan bahwa otomatisasi memiliki risiko besar.

Menurutnya, otomatisasi justru dapat menekan standar upah pekerja dan berisiko memperburuk angka pengangguran di kalangan anak muda.

Senada dengan hal tersebut, Ekonom tenaga kerja Cai Fang juga mengingatkan, dalam sejarah transisi teknologi, proses hilangnya pekerjaan lama sering kali terjadi lebih cepat dan lebih masif dibandingkan penciptaan lapangan pekerjaan baru.

“Guna meredam risiko tersebut, sektor pendidikan dan industri di China mulai beradaptasi dengan cepat,” ujarnya.

Sejumlah perguruan tinggi dilaporkan telah merombak kurikulum mereka guna membekali mahasiswa dengan keterampilan spesifik yang tidak dapat digantikan oleh robot, seperti kreativitas, pemikiran kritis, dan kemampuan lintas disiplin.

Dorongan masif terhadap pemanfaatan AI ini juga tidak lepas dari prediksi demografi China. Diperkirakan sekitar 300 juta warga negara tersebut akan memasuki masa pensiun dalam satu dekade mendatang, sebuah kondisi yang menuntut peningkatan efisiensi teknologi untuk menggantikan tenaga manusia yang berkurang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wajib Dicoba! Inilah Nama FF Keren Pro Yang Belum digunakan
Prediksi Bola Jordan vs Algeria 23 Juni 2026: Duel di Grup J Piala Dunia 2026
Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026 : Resmi untuk Android dan IOS
Bokeh Effect Film Video Museum JPG Tanpa Sensor
Kiamat Smartphone Dimulai! Meta Rilis Kacamata Canggih
Link Video Lights Video Bokeh Background JPG Full HD
Gila! Infinix Note 60 Ultra Bawa Baterai Monster dan Fitur Satelit, Brand Lain Auto Ketar-Ketir!
10 Game Penghasil Saldo DANA Terbaik Tanpa Ribet!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:29 WIB

Wajib Dicoba! Inilah Nama FF Keren Pro Yang Belum digunakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:07 WIB

Prediksi Bola Jordan vs Algeria 23 Juni 2026: Duel di Grup J Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026 : Resmi untuk Android dan IOS

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:06 WIB

Bokeh Effect Film Video Museum JPG Tanpa Sensor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kiamat Smartphone Dimulai! Meta Rilis Kacamata Canggih

Berita Terbaru