Caption : Bendaha Umum Partai Nasdem dan Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Ahmad Sahroni.
Hariannarasi.com, Jakarta – Bendahara Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Ahmad Sahroni meminta pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk memastikan semua pasangan calon (Paslon) Pilpres 2024 tak terlibat tindak pidana korupsi.
Hal ini berkaitan dengan Paslon yang diusung Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP) Cak Imin atau Muhaimin Iskandar Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kemarin sempat diperiksa KPK terkait pengadaan di Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2012.
Ahmad Sahroni menjelaskan, bahwa yang dilakukan KPK merupakan langkah yang baik, hal ini bertujuan untuk memastikan setiap paslon yang maju bebas dari korupsi.
“Sebagai pimpinan Komisi III saya meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua paslon, sekalian buat programnya untuk menjaga kredibilitas KPK dan persepsi publik,” jelas Sahroni.
Ia melanjutkan, pihak KPK bisa memberikan status clearence dan closure, sehingga bisa diumumkan kepada seluruh masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi publik dan tidak ada lagi kasus pidana yang disangkutkan ke para paslon.
“Mau itu Anies dengan Formula-E, Ganjar dengan E-KTP, Prabowo dengan Food Estate. Sehingga saat kampanye nanti hal-hal seperti itu tidak lagi disangkutpautkan,” kata dia.
Ia berharap agar KPK benar-benar mempertimbangkan usulannya tersebut, agar menjadi langkah adil bagi semua pihak dan terkesan tidak memihak bagi publik.
“Jadi kita usulkan untuk di eksekusi, baik juga kan untuk publik, biar terang benderang semuanya. Jadi, setiap Paslon dapat fokus tawarkan program dan tidak dibuat rumit seperti ini,” ungkapnya. (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






