Tuai Polemik! Berhembus Wacana Kerjasama Media dan DPRD Tanggamus Lewat Organisasi Pers

- Editor

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ilustrasi

Hariannarasi.com, Tanggamus – Rencana perubahan mekanisme kerjasama publikasi dan berlangganan media di Sekretariat DPRD Kabupaten Tanggamus untuk Tahun Anggaran 2026 mulai memicu keresahan di kalangan jurnalis. 

Polemik ini muncul menyusul berembusnya wacana bahwa seluruh kontrak kerjasama, baik berlangganan koran maupun advetorial, akan dikelola secara terpusat melalui organisasi pers, bukan lagi langsung dengan perusahaan media masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, skema baru ini digulirkan dengan dalih penyeragaman. Berdasarkan data yang dihimpun, setiap wartawan atau biro media diproyeksikan menerima pagu anggaran advetorial sebesar Rp10 juta per tahun.

Jika merujuk pada Standar Satuan Harga (SSH) yang berlaku, nominal tersebut setara dengan biaya penayangan dua kali advetorial ukuran setengah halaman (berwarna) pada surat kabar harian.

Ironisnya, asal-muasal gagasan ini masih simpang siur. Kabar burung menyebutkan bahwa inisiasi mekanisme “satu pintu” ini berasal dari salah seorang oknum Anggota Komisi I DPRD Tanggamus yang hingga kini identitasnya belum terungkap secara terang benderang.

Hal ini memunculkan spekulasi liar mengenai adanya agenda tersembunyi di balik kebijakan yang terkesan dipaksakan tersebut.

Kurangnya Koordinasi Internal

Menanggapi bola panas yang bergulir, Anggota Komisi I DPRD Tanggamus, Didik Setiawan, justru mengaku terkejut dan tidak mengetahui adanya wacana tersebut.

Politisi ini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rapat pleno maupun pembahasan resmi di tingkat komisi yang menyepakati perubahan mekanisme kerjasama media.

​”Terkait hal itu, saya belum mengetahuinya sama sekali. Belum ada pembicaraan lisan maupun surat resmi yang masuk ke saya,” tegas Didik saat dikonfirmasi.

​Didik mempertanyakan validitas wacana tersebut, mengingat setiap kebijakan strategis yang menyangkut anggaran publik seharusnya melalui mekanisme rapat komisi, bukan keputusan sepihak.

​”Kalau memang ada, seharusnya itu hasil keputusan rapat komisi. Ini patut dipertanyakan, apakah itu murni usulan lembaga atau manuver atas nama pribadi,” imbuhnya kritis.

​Lebih lanjut, Didik berjanji akan segera melakukan klarifikasi kepada rekan-rekannya di Komisi I. Ia menekankan bahwa prinsip kolektif kolegial harus dijunjung tinggi dalam pengambilan keputusan di parlemen.

“Senin saya akan berkantor dan menanyakan langsung hal ini. Segala keputusan harus dimusyawarahkan terlebih dahulu, tidak bisa diputuskan secara sepihak,” pungkas Didik menutup pembicaraan.

Tuai Penolakan

Pimpinan Perusahaan SKH Medinas Lampung, Irlan Karta Dilaga, mengecam keras wacana DPRD Tanggamus yang hendak menyalurkan anggaran publikasi melalui organisasi pers. Irlan menilai skema ini sebagai logika terbalik yang berpotensi merusak ekosistem media dan mencederai independensi jurnalis.

Menurut Irlan, kerja sama media seyogianya terjalin secara profesional antar-lembaga (business-to-business), yakni antara pemerintah dengan perusahaan pers berbadan hukum, bukan melalui organisasi kewartawanan.

Ia menegaskan, praktik “penjatahan” advertorial kepada individu wartawan tak ubahnya merendahkan profesi pers menjadi sekadar pembagian kue anggaran.

​”Organisasi pers bukan lembaga penyalur dana. Jika dipaksakan, ini hanya akan membuka ruang konflik, kecemburuan, dan praktik tidak sehat. Pers bukan alat stempel kekuasaan,” tegas Irlan.

Ia mendesak DPRD Tanggamus membatalkan wacana “abu-abu” tersebut dan kembali pada mekanisme kontrak langsung yang transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD setempat maupun Sekretaris Dewan terkait kepastian penerapan mekanisme baru yang dinilai merugikan independensi perusahaan pers tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Liput Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Pilih Jalan Damai, Keluarga Pemilik Akun TikTok @puspitadew_ Sepakat Cabut Tuntutan Hukum
Demi Biayai Pesta Pernikahan, Seorang ART Asal Lampung Curi Emas Rp1 Miliar Milik Majikan
Baru Bayar Dua Kali Cicilan, Malah Nekat Jual Truk Kreditan, Pria di Pringsewu Ini Diciduk Polisi di Bengkel
Sempat Ditutup Akibat Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II Kembali Beroperasi Normal
Pria di Lampung Utara Tewas Ditusuk Teman Sendiri, Pelaku Terancam Pasal Pembunuhan Berencana
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Selasa Pagi, Terekam Seismograf Selama 15 Detik! 
Mulutmu Harimaumu: Usai Hina Profesi Pers, Makmun Serbaguna Dipolisikan Atas Dugaan Ujaran Kebencian dan Pencurian
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:37 WIB

Liput Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Selasa, 8 September 2026 - 13:22 WIB

Pilih Jalan Damai, Keluarga Pemilik Akun TikTok @puspitadew_ Sepakat Cabut Tuntutan Hukum

Selasa, 8 September 2026 - 13:07 WIB

Demi Biayai Pesta Pernikahan, Seorang ART Asal Lampung Curi Emas Rp1 Miliar Milik Majikan

Selasa, 8 September 2026 - 12:01 WIB

Baru Bayar Dua Kali Cicilan, Malah Nekat Jual Truk Kreditan, Pria di Pringsewu Ini Diciduk Polisi di Bengkel

Selasa, 8 September 2026 - 06:19 WIB

Sempat Ditutup Akibat Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II Kembali Beroperasi Normal

Berita Terbaru