Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Ruang kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung tidak hanya menjadi tempat pelepas rindu, tetapi juga ruang edukasi vital bagi keluarga warga binaan (wabin).
Langkah jemput bola dalam penyuluhan ini dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Pramuningtyas Wardhana, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Rubyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda rutin yang digelar dua kali sepekan ini membawa misi ganda yakni memuluskan hak integrasi warga binaan sekaligus memperketat pagar keamanan dari sisi eksternal.
Dalam sesi tersebut, Pramuningtyas Wardhana mengambil pendekatan persuasif untuk membedah birokrasi yang seringkali dianggap rumit oleh masyarakat awam.
Ia menjelaskan secara gamblang mengenai mekanisme pengurusan hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB).
“Keluarga adalah kunci. Dengan memahami alur dan dokumen yang dibutuhkan sejak dini, keluarga dapat mempercepat proses administratif. Harapannya, hak integrasi ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujar Pramuningtyas.
Wanti-wanti Modus Penyelundupan
Sementara itu, Ka. KPLP Rubyanto, memberikan atensi khusus terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib). Ia menegaskan kenyamanan di dalam Lapas sangat bergantung pada sterilitas barang yang masuk.
Rubyanto secara tegas meminta pengunjung untuk tidak coba-coba menyelundupkan barang terlarang seperti ponsel, narkoba, hingga benda yang berpotensi menjadi senjata tajam.
Namun, poin paling krusial yang ditekankan Rubyanto adalah kewaspadaan terhadap modus titipan barang.
”Bapak dan Ibu, tolong jangan pernah menerima titipan makanan atau barang dari orang yang tidak dikenal. Tidak sedikit kejadian di tempat lain, barang terlarang masuk karena ketidaktahuan pengunjung yang dititipi oleh pihak tak bertanggung jawab,” tegas Rubyanto mewanti-wanti.
Ia juga mengajak keluarga untuk menjadi motivator bagi warga binaan agar mereka patuh pada program pembinaan. Kepatuhan ini, menurutnya, adalah jalan tercepat menuju kebebasan.
Menanggapi kegiatan ini, Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan, mengapresiasi antusiasme pengunjung. Menurutnya, keamanan Lapas bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan masyarakat, khususnya keluarga warga binaan.
“Edukasi ini adalah langkah preventif kami untuk mengajak masyarakat luas menjaga kondusivitas Lapas Kotaagung. Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini,” tutup Andi. (*)






