Ubedilah Badrun Semprot Prabowo Soal Woosh: Perlu Ditegur Keras!

- Editor

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kritik tajam dan tanpa tedeng aling-aling dilontarkan oleh Ubedilah Badrun, yang ditujukan langsung kepada Prabowo Subianto. 

Dalam sebuah pernyataan yang berapi-api, Ubedilah menilai Prabowo “perlu ditegur keras” dan “kritik keras” atas serangkaian pernyataannya yang dianggap bermasalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecaman Ubedilah berfokus pada dua isu krusial, yakni pernyataan Prabowo yang dianggap menggunakan “nama rakyat” untuk menutupi dugaan kasus korupsi, dan kebanggaannya yang dinilai salah tempat terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

“Saya kira Prabowo perlu ditegur keras, bahwa ketika Prabowo mengatakan atas nama rakyat, tentu berdampak menutupi kasus korupsi,” tegas Ubedilah beberapa waktu lalu.

​Ubedilah berpendapat, Prabowo semestinya memahami kondisi riil rakyat yang diklaimnya. Ia mempertanyakan, “rakyat siapa?” yang dibela Prabowo, seraya memaparkan data kesengsaraan.

“Prabowo mesti tahu bahwa rakyat hari ini sedang menderita! Bahwa rakyat hari ini susah mencari kerja! Bahwa rakyat hari ini sedang kelaparan! Bahwa ada 9,9 juta generasi Z nganggur!” serunya.

Ia juga menyoroti penghentian sebuah kasus korupsi yang menurutnya memiliki indikasi kuat. “Kalau kemudian kasus yang begitu tanda-tandanya begitu terang, kemudian diberhentikan. Negara ini bukan paguyuban! Masa urusan korupsi, ini persoalan dugaan kuat korupsi, lalu dianggap selesai? Nggak cukup dengan narasi itu. Itu bukan seorang leader, menurut saya,” paparnya.

‘Argumen Parah’ Prabowo Banggakan Whoosh

Kritik Ubedilah semakin menajam ketika membahas kebanggaan Prabowo terhadap kereta cepat Whoosh. Ia menyebut argumen tersebut “parah”.

​Bagi Ubedilah, tidak ada yang bisa dibanggakan dari proyek tersebut karena murni menggunakan teknologi asing.

“Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu teknologinya Cina, kalau bikin teknologi kereta cepat dari Jakarta-Surabaya yang bikin putra-putra bangsa kita sendiri, baru kita bangga!”

Ubedilah menutup sentilannya dengan pertanyaan retoris yang menusuk, “Ini Cina. Apa yang dibanggakan?” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Meroket, Kebijakan Amburadul! 1.500 Mahasiswa Turun ke Jalan
Batal Digelar! Operasi Patuh 2026 Mendadak Ditunda se-Indonesia, Ada Apa?
Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
Meski MK Putuskan Jakarta Tetap Ibu Kota, Otorita Pastikan Pembangunan IKN Jalan Terus!
Lahir dari Induk Amputasi Korban Perburuan Liar, Gubernur Lampung Beri Nama Bayi Harimau Sumatera
Dinilai Tak Tepat Sasaran, KPK Sorot Program MBG!
Hadapi Ancaman Multidimensi, Pemprov Lampung dan Unhan RI Bersinergi
Indonesia Siap Jadi Negara Pertama Pengguna Tabung CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:18 WIB

Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Meroket, Kebijakan Amburadul! 1.500 Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Batal Digelar! Operasi Patuh 2026 Mendadak Ditunda se-Indonesia, Ada Apa?

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:19 WIB

Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:58 WIB

Meski MK Putuskan Jakarta Tetap Ibu Kota, Otorita Pastikan Pembangunan IKN Jalan Terus!

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:19 WIB

Lahir dari Induk Amputasi Korban Perburuan Liar, Gubernur Lampung Beri Nama Bayi Harimau Sumatera

Berita Terbaru