IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Di tengah pelemahan tersebut, penyedia indeks global MSCI mengancam menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman penurunan status tersebut dikaitkan dengan persoalan transparansi dan tata kelola bursa.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyoroti salah satu transaksi yang menjadi perhatian MSCI, yakni akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh perusahaan milik Haji Isam.

Bhima menyebut, akuisisi 30,25 persen saham BYAN senilai Rp26,10 triliun oleh PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam merupakan salah satu transaksi yang dipertanyakan.

Transaksi yang terjadi pada 7 Oktober 2026 itu dilakukan di pasar negosiasi dengan harga Rp2.588 per saham.

Nilai tersebut dinilai lebih murah 75 persen di bawah harga pasar reguler, sehingga memunculkan sorotan terkait kewajaran harga dan transparansi transaksi.

Selain transaksi BYAN, MSCI juga menyoroti transparansi kepemilikan saham publik (free float) dan dugaan transaksi terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

Jika status Indonesia diturunkan menjadi Standalone Market, arus keluar modal asing berpotensi terjadi dan akan menambah tekanan terhadap pasar saham domestik. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera
KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!
Kadin Lampung Duga Ada Salah Kelola BBM, Antrean Truk 24 Jam Ancam Sektor Ekspor-Impor
Didukung Modal BRI, Pengusaha Marning di Bengkulu Selatan Sukses Beli Kebun Sawit
Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!

Berita Terbaru