Jakarta Diselimuti Toxic Haze! BMKG: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Sudah Masuk Ibu Kota

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera dan Kalimantan terdeteksi telah memasuki ruang atmosfer DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, menyebabkan langit megapolitan tampak kelabu dan kualitas udara masuk kategori tidak sehat dengan indeks 157 hingga 186 pada Sabtu (17/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat asap tersebut tidak hanya masuk ke DKI Jakarta, tetapi juga terdeteksi di Banten dan Jawa Barat berdasarkan analisis citra satelit. Deteksi dilakukan melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat, 16 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan temuan berdasarkan analisis deliniasi citra sebaran asap.

“Berdasarkan pantauan terbaru, terdapat indikasi sebaran asap karhutla yang telah mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada lapisan atmosfer,” ucapnya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Guswanto menjelaskan asap yang terdeteksi di Jakarta berasal dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan meski demikian, masih berada di lapisan atmosfer atas.

Secara area asap itu “sudah sampai” namun secara vertikal masih menggantung, belum menyentuh permukaan tempat manusia bernapas.

BMKG menyebut sebaran dipengaruhi pola angin yang bertiup dari timur-tenggara ke barat laut-utara, membawa partikel dari wilayah sumber api.

Pihaknya terus memantau apakah asap akan turun ke permukaan dan berdampak pada kualitas udara di Jakarta, yang bergantung pada konsentrasi PM 2.5.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi sebaran asap kedua dari wilayah Merauke dan Papua Selatan yang bergerak ke arah Maluku.

Dampak visual telah dirasakan warga. Rekaman warga di media sosial yang viral sejak Jumat malam memperlihatkan pandangan kota tertutup kabut keabu-abuan.

Sementara tayangan televisi nasional melaporkan langit Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tampak kelabu seperti diselimuti kabut asap.

Penurunan kualitas udara terkonfirmasi data pemantau independen. Data IQAir pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.00 menunjukkan AQI Jakarta berada di angka 173.

Sehari sebelumnya, platform yang sama mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta berada di angka 186 pada Jumat pagi. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi polutan PM2.5 sebesar 107 mikrogram per meter kubik.

BMKG menegaskan polusi di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal seperti emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan pembakaran.

Mengantisipasi dampak kesehatan, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah mitigasi.

Asap karhutla atau kabut asap beracun (Toxic Haze) dari Kalimantan mulai memasuki lapisan atmosfer Jakarta. Mengantisipasi dampak kesehatan warga, puluhan rumah sakit dan puskesmas di ibu kota langsung disiagakan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.

Instruksi disampaikan Pramono saat berada di kawasan Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).
“Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas untuk mereka bersiap diri, memberikan bantuan sepenuhnya,” kata Pramono.

Pemprov menyebut kondisi udara memburuk dalam 2-3 hari terakhir dan meminta fasilitas kesehatan siaga menangani gangguan pernapasan akibat cuaca.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruang, menggunakan masker, dan memantau informasi kualitas udara resmi dari BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup DKI.

(Artikel ini dihimpun dari berbagai sumber, seperti pantauan media sosial, BMKG, data IQAir, dan pernyataan Pemprov DKI Jakarta). 

Berikut video lengkapnya: 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gaji 120 Persen di Atas UMR, BUMN Agrinas Palma Buka 10.000 Loker!
Koordinator BEM UI Dianiaya dan Diancam Dibunuh di Tebet, Tas Pelaku Tertinggal di Lokasi
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya!
Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun
Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya
Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini
Dari Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, MAKI Endus Dugaan Penghuni ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong
Geger Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Lapas Halangi Tim Ombudsman saat Sidak, Sempat Memanas!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Jakarta Diselimuti Toxic Haze! BMKG: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Sudah Masuk Ibu Kota

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Gaji 120 Persen di Atas UMR, BUMN Agrinas Palma Buka 10.000 Loker!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:25 WIB

Koordinator BEM UI Dianiaya dan Diancam Dibunuh di Tebet, Tas Pelaku Tertinggal di Lokasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya!

Selasa, 29 September 2026 - 07:35 WIB

Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun

Berita Terbaru