Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tulang Bawang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) mengganggu jarak pandang pengendara, Kamis (15/10/2026).
Peristiwa yang terjadi di sekitar Gerbang Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, itu terekam video dan viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video yang beredar, api dan kepulan asap tebal membumbung tinggi di dekat jalur tol hingga sejumlah pengendara terlihat menepikan kendaraan.
Isu penutupan Gerbang Tol Menggala akibat asap sempat beredar. Namun, PT Hutama Karya (Persero) membantah kabar tersebut.
Kepala Regional Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto, menegaskan lalu lintas di ruas Terpeka tetap dibuka.
“Tidak benar, Mas. Tidak ada penutupan, hanya pengguna jalan diminta berjalan pelan-pelan dan berhati-hati karena ada kejadian karhutla di sekitar pagar pembatas atau ruang milik jalan (ROW) tol,” kata Arief saat dikonfirmasi Liputan6, Jumat (16/10).
Arief menjelaskan, titik api berasal dari perkebunan karet milik perusahaan yang berbatasan langsung dengan pagar jalan tol. Kebakaran berlangsung sekitar tiga jam sejak api pertama muncul hingga berhasil dipadamkan.
Setelah api padam, arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, hingga Jumat siang (16/10/2026), titik kebakaran di sekitar ruas tol dilaporkan masih menyisakan api dan petugas masih melakukan pemadaman.
Untuk penanganan, Hutama Karya menyiapkan lima unit truk tangki air yang dilengkapi selang pemadam di ruas Terpeka. Imbauan keselamatan juga disampaikan melalui Variable Message Sign (VMS) dan pengeras suara di akses masuk dan gerbang tol.
“Kami mengimbau pengendara mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Secara terpisah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan perusahaan memperkuat kesiapan penanganan karhutla di sejumlah ruas Tol Trans-Sumatra, termasuk Palembang-Indralaya (Palindra), Indralaya-Prabumulih (Inprabu), dan Terpeka.
Koordinasi dilakukan bersama BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, kepolisian, dan pemerintah daerah.
Khusus di koridor Terpeka, koordinasi melibatkan petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Hutama Karya mengimbau pengendara mengurangi kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama, memperlebar jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak dan manuver menyalip.
Pengendara diminta tidak berhenti di lajur lalu lintas saat asap menghalangi pandangan dan memanfaatkan tempat istirahat terdekat.
Jika menemukan titik api atau asap yang membahayakan perjalanan, pengguna jalan diminta segera melapor kepada petugas jalan tol. (*)
Berikut video lengkapnya:






