Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada Jumat (16/10/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 8% di awal sesi.
Berdasarkan pengumuman resmi BEI, pembekuan dilakukan pada pukul 08:58:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) dan perdagangan dilanjutkan pada pukul 09:28:00 waktu JATS tanpa perubahan jadwal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Yosita menyampaikan kebijakan berlaku selama 30 menit.
Pada pembukaan, IHSG kehilangan 469,85 poin atau setara 8,01% ke level 5.393,92. Setelah trading halt dicabut, tekanan berlanjut. Di sekitar pukul 09.33 WIB, IHSG tercatat minus 11,22% ke level 5.203.
Data perdagangan mencatat nilai transaksi Rp905 miliar dengan 5,36 miliar saham diperdagangkan dan frekuensi 105.728 kali. Sebanyak 595 saham turun, 33 tidak berubah, dan hanya 14 saham naik.
Pemicu MSCI
Koreksi tajam dipicu usulan terbaru MSCI. MSCI menilai pasar saham Indonesia tidak lagi memenuhi syarat menyandang status emerging market dan membuka opsi menurunkan kasta ke standalone market.
BEI menyatakan akan meminta klarifikasi kepada MSCI terkait rencana perubahan klasifikasi tersebut.
Pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 tersebut masih dalam tahap konsultasi, dengan batas penerimaan masukan hingga 30 April 2027 dan bukan keputusan final.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan BEI bersama OJK telah melakukan langkah konkret untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar.
Mekanisme trading halt sendiri diberlakukan sesuai SOP: trading halt 30 menit jika IHSG turun lebih dari 8%, trading halt lanjutan jika turun lebih dari 15%, dan trading suspend jika turun lebih dari 20%.
Tekanan terbesar datang dari saham berkapitalisasi besar. Riset Mirae Asset Sekuritas mencatat DSSA merosot 14,9%, AMMN turun 14,8%, BBCA melemah 14,0%, BBRI terkoreksi 12,3% dan BMRI turun 8,5%, di tengah mayoritas bursa Asia yang justru menguat.
Pimpinan DPR dan Danantara Sambangi BEI
Di tengah gejolak tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung BEI Jakarta pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB.
Kedatangan rombongan berlangsung ketika pasar menghadapi tekanan jual masif akibat rencana reklasifikasi MSCI. Gejolak tersebut bahkan mendorong otoritas bursa memberlakukan penghentian sementara perdagangan selama 30 menit.
Dalam keterangannya, Dasco menyatakan langkah cepat tersebut merupakan fungsi pengawasan DPR.
“Selaku Dewan Perwakilan Rakyat, kami kemudian bertugas sebagai fungsi pengawasan,” ujar Dasco.
Ia menyebut DPR telah memantau sejumlah peristiwa di bursa dan meminta BEI melakukan pembenahan sekaligus mengakomodasi masukan dari berbagai lembaga.
Termasuk lembaga pemeringkat internasional, untuk perbaikan tata kelola sesuai standar internasional serta menenangkan kepanikan investor.
Hingga sesi pertama berakhir, IHSG ditutup anjlok 10,76% menurut laporan Mirae Asset. Belum ada pernyataan resmi bersama usai pertemuan di BEI, namun OJK dan BEI menegaskan komitmen menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien. (*)






