Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera

- Editor

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2026 mencapai di atas 5 persen dan menempati peringkat kedua tertinggi di Sumatera.

Capaian tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung berada pada level cukup tinggi, namun perlu upaya untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kita lihat berdasarkan data-data di BPS, pertumbuhan ekonomi Lampung di dua triwulan pertama itu ada di angka di atas 5 persen. Bahkan untuk yang di triwulan 2 ini nomor dua tertinggi di Sumatera. Artinya, ada upaya yang perlu dilakukan untuk bisa Lampung ini tumbuh lebih tinggi, lebih berkelanjutan, dan lebih inklusif,” kata Bimo.

Bimo menjelaskan, tantangan ekonomi global masih perlu diwaspadai. Tingginya ketidakpastian geopolitik hingga perkiraan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi berdampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

Menurutnya, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung adalah meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui hilirisasi komoditas unggulan.

“Yang banyak yang belum dihilirisasi itu utamanya adalah singkong. Kakao ada baru sebagian. Lalu kemudian kopi pun juga demikian, ada tapi juga baru sebagian,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini sebagian besar komoditas pertanian Lampung masih dikonsumsi dalam bentuk bahan mentah dan belum diolah optimal menjadi produk turunan.

Salah satu contoh pengembangan hilirisasi adalah pengolahan singkong menjadi eksipien yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri, termasuk kosmetik.

Produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan tepung tapioka.

Bimo menegaskan, pengembangan industri pengolahan membutuhkan perencanaan matang, termasuk dukungan regulasi, iklim investasi, infrastruktur, serta kepastian pasar. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!
Kadin Lampung Duga Ada Salah Kelola BBM, Antrean Truk 24 Jam Ancam Sektor Ekspor-Impor
Didukung Modal BRI, Pengusaha Marning di Bengkulu Selatan Sukses Beli Kebun Sawit
Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung
Mendunia! Sistem QRIS Indonesia Raih Penghargaan ’50-in-5 Awards’ dari New York
Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun
Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 
Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Kadin Lampung Duga Ada Salah Kelola BBM, Antrean Truk 24 Jam Ancam Sektor Ekspor-Impor

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Didukung Modal BRI, Pengusaha Marning di Bengkulu Selatan Sukses Beli Kebun Sawit

Sabtu, 26 September 2026 - 14:50 WIB

Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung

Berita Terbaru