Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dugaan penipuan transaksi 100 dus tepung ketan senilai Rp32 juta viral di media sosial. Modus penipuan dengan menggunakan truk boks kosong yang ditutup terpal untuk mengelabui korban terbongkar di Lampung.
Peristiwa tersebut diungkap pemilik akun Instagram @mochino9999 dan diunggah ulang pada Kamis, 8 Oktober 2026. Hingga berita ini beredar, unggahan tersebut telah mendapat ratusan interaksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan korban, kasus bermula saat korban mencari tepung ketan melalui marketplace karena stok sulit ditemukan. Korban kemudian bertemu dengan sebuah akun yang mengaku berasal dari perusahaan PT FKS Tbk.
Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, kedua pihak sepakat melakukan transaksi 100 dus tepung ketan senilai Rp32.000.000 dengan sistem pembayaran Cash On Delivery (COD).
Untuk meyakinkan korban, pihak yang mengaku penjual mengirimkan sejumlah dokumen berupa video dan foto proses loading barang, invoice, serta berkas data driver dan armada yang akan mengantarkan pesanan.
Kecurigaan muncul pada proses pengiriman. Dalam keterangannya, korban menyebut barang dikirim dari Tangerang ke Lampung.
Armada diklaim berangkat pukul 09.00 WIB dan pada pukul 16.30 WIB pihak pengirim menginformasikan armada sudah dekat dengan lokasi tujuan. “LAH KOK CEPET BANGET SAMPENYA,” tulis korban dalam kronologinya.
Sebelum armada tiba, pihak pengirim juga mengirimkan mekanisme perjanjian yang berisi larangan membongkar muatan mobil sebelum korban mengirimkan bukti pelunasan.
Saat truk tiba, salah satu tim korban telah bersiaga mendampingi sopir. Namun, pihak yang mengaku sebagai kepala gudang di Tangerang terus menerus menghubungi korban melalui telepon dan pesan singkat saat korban dalam perjalanan menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, sopir truk justru sibuk melakukan panggilan telepon. Setelah didesak dengan sejumlah pertanyaan, sopir tersebut mengaku hanya disewa oleh seseorang untuk mengambil barang di tempat korban dengan instruksi mobil harus dalam kondisi tertutup terpal, seolah-olah membawa muatan penuh.
Setelah didesak untuk membuka bak truk, muatan truk ternyata kosong, korban menyebut, sebelum pembongkaran dilakukan, dirinya telah mengirimkan bukti transfer palsu kepada pihak pemesan sebagai upaya menguji.
Setelah bukti palsu tersebut dikirim, pihak pengirim memperbolehkan mobil untuk dibongkar.
Dalam keterangan lanjutannya, korban menyebut sopir sempat berpura-pura bingung dan berupaya cuci tangan. Sementara pihak yang diduga pelaku masih terus menghubungi korban setelah aksinya terbongkar.
Pihak yang diduga pelaku bahkan sempat melakukan panggilan telepon kepada korban dan meluapkan kekecewaan karena gagal mendapatkan uang.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan atas peristiwa tersebut. Korban mengimbau masyarakat untuk membagikan video tersebut agar tidak ada korban lain dengan modus serupa. (*)






