Aktivitas Erupsi Meningkat Tajam, Gunung Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat!

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Peningkatan status ini dipicu oleh lonjakan aktivitas erupsi gunung api tersebut sejak awal Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 14 kali erupsi terjadi selama periode 6–9 Oktober 2026.

Puncak intensitas erupsi terjadi pada Jumat (9/10), dengan sembilan kali letusan dalam kurun waktu beberapa jam, yakni pukul 16.17, 16.30, 18.28, 18.34, 18.35, 18.44, 18.45, 19.07, dan 19.10 WIB.

​”Pada erupsi pukul 18.28 WIB, kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 1,8 kilometer atau 6.000 kaki,” rilis Badan Geologi dalam laporan tertulisnya, Jumat (9/10).

​Berdasarkan analisis Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat daya menuju Samudra Hindia.

Arah angin tersebut membuat material abu tidak mengarah ke wilayah daratan Sumatra maupun Jawa.

​Pengamatan instrumental hingga pukul 19.20 WIB menunjukkan sembilan kali erupsi memiliki amplitudo maksimum 55 mm dengan durasi letusan sekitar 32 detik.

​Secara visual dan melalui pantauan CCTV periode 21 September–9 Oktober 2026, asap kawah bertekanan sedang berwarna putih hingga hitam teramati membumbung setinggi 5 hingga 50 meter di atas puncak kawah.

Pemantauan satelit Sentinel pada periode yang sama juga mendeteksi emisi gas sulfur dioksida (SO_2) tingkat rendah sebesar 71–237,5 ton per hari, serta anomali panas pada kisaran 15–25 N pixel. Titik api mulai terdeteksi muncul sejak Selasa (6/10).

​Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi jarak aman yang ditetapkan oleh otoritas terkait seiring dinaikkannya status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kebakaran Hantam Pringsewu dalam Sehari, Kerugian Tembus Ratusan Juta!
Tragis! Pria Disabilitas di Lampung Timur Dipukul Pingsan dan Dirampok, Uang Rp 5 Juta Raib
Dari Gerobak ke Ruko Dua Lantai, Agen BRILink Kembangkan Usaha dengan Pembiayaan dari BRI Panjang Rp250 Juta
BRI Unit Kota Karang Bantu Sohari Tinggalkan Jualan Keliling, Kini Usahanya Tumbuh Jadi Toko Grosir
Buron Sebulan, Pelaku Penusukan di Way Kanan Ditangkap, Ada 7 Tusukan di Leher hingga Kepala
Pintu Terkunci, Panggilan Tak Dijawab! Septian Dobrak Pintu Rumah, Temukan Ortu dan Adik Tewas di Tulang Bawang
Polsek Sukarame Gagalkan Tawuran SMK Gajah Mada vs SMK 2 Mei, 6 Pelajar Bawa Celurit Diringkus!
Ngeyel Abaikan 2 Kali Teguran, Lahan 544 m² di Bandar Lampung Akhirnya Dieksekusi Paksa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Kebakaran Hantam Pringsewu dalam Sehari, Kerugian Tembus Ratusan Juta!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Aktivitas Erupsi Meningkat Tajam, Gunung Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Tragis! Pria Disabilitas di Lampung Timur Dipukul Pingsan dan Dirampok, Uang Rp 5 Juta Raib

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Dari Gerobak ke Ruko Dua Lantai, Agen BRILink Kembangkan Usaha dengan Pembiayaan dari BRI Panjang Rp250 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:28 WIB

BRI Unit Kota Karang Bantu Sohari Tinggalkan Jualan Keliling, Kini Usahanya Tumbuh Jadi Toko Grosir

Berita Terbaru