Caption : Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Hariannarasi.com, Jawa Timur – Menjelang masa purnatugasnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan mengejutkan dengan mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengetahui sosok yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi Korps Bhayangkara.
Pernyataan tersebut dilontarkan Jenderal bintang empat itu saat meresmikan Kantor Sekretariat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Jumat, seperti dilansir dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Jenderal Listyo Sigit enggan untuk membocorkan identitas nama calon Kapolri berikutnya tersebut ke publik, sehingga suksesi kepemimpinan di tubuh Polri kini menjadi teka-teki yang semakin menarik.
Namun, di balik teka-teki nama penggantinya, isu sentral yang ditekankan Listyo Sigit adalah nasib Desk Ketenagakerjaan Polri.
Ia menegaskan, siapapun yang nantinya akan menjabat sebagai Kapolri baru, memiliki kewajiban untuk memastikan unit khusus tersebut tetap berjalan optimal dan tidak ditinggalkan.
Pesan ini, menurutnya, telah disampaikan secara langsung kepada para calon penggantinya.
Mantan Ajudan Presiden Jokowi ini menjelaskan bahwa Desk Ketenagakerjaan merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mengawal kepentingan strategis dan meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.
Unit ini memiliki peran vital, mulai dari menangani permasalahan hubungan industrial yang kompleks, menerima pengaduan para pekerja, menjadi mediator dalam berbagai sengketa, hingga melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap tindak pidana di bidang ketenagakerjaan.
Dalam pernyataan penutup yang bernada keras dan disambut riuh oleh ratusan perwakilan buruh yang hadir, Jenderal Listyo Sigit menegaskan, kesiapannya untuk berganti peran dari seorang penegak hukum menjadi demonstran.
Ia memberikan jaminan, dirinya tidak akan tinggal diam jika perjuangan hak-hak buruh yang telah dirintisnya melalui Desk Ketenagakerjaan mengalami kemunduran setelah ia pensiun.
”Kalau saya sudah pensiun, kalau Desk Ketenagakerjaan itu tidak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo,” tegas Jenderal Listyo Sigit.
Pernyataan langka dari seorang pejabat tinggi keamanan aktif ini langsung menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai bentuk jaminan kuat bagi perlindungan kaum pekerja di penghujung masa jabatannya. (*)






