Diduga Lambat Ditangani, Bocah 4 Tahun Meninggal di UGD RS Handayani Kotabumi

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Utara – Seorang anak berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pasien tersebut diduga meninggal akibat keterlambatan penanganan medis dari pihak rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Peristiwa ini mencuat ke publik setelah sebuah video amatir berdurasi 2 menit 18 detik viral di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, pasien bernama Ananda (4), warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, terlihat telah meninggal dunia di atas ranjang perawatan UGD.

​Tampak pihak keluarga menangis histeris melihat kondisi korban. Perekam video, yang merupakan seorang laki-laki dari pihak keluarga, turut menyorot kondisi ruang UGD yang dinilainya sepi dan minim kehadiran dokter maupun perawat saat kejadian.

​Pria tersebut secara terbuka melayangkan protes keras dan menuding kelalaian petugas medis sebagai penyebab hilangnya nyawa kerabatnya.

​”Tidak mungkin mati anak itu kalau bukan kurang penanganan kamu orang (dokter dan perawat). Kalian kan tahu kami itu dari jam berapa di ruangan ini,” ujar kerabat korban dalam video tersebut.

​Memicu Reaksi Warganet

​Beredarnya video dugaan kelalaian medis ini memicu reaksi luas dari warganet. Banyak pengguna media sosial yang kemudian membagikan pengalaman buruk serupa saat berobat di RS Handayani.

​Akun Facebook Dewi Aryani Saja menyatakan trauma akibat sikap tenaga medis. “Saya trauma dan ini untuk terakhir kalinya melahirkan di RS Handayani, karena perlakuan seluruh petugasnya tidak ramah,” tulisnya.

Lainnya, akun @Azizah iza mengkritik lambannya pelayanan dengan menuliskan, “Dua hari dulu baru ditangani,” ujarnya. 

Sementara, akun @malla astutty juga menceritakan pengalamannya saat mengalami pendarahan. “Waktu saya transfusi darah, badan menggigil luar biasa. Manggil perawat sampai berkali-kali tidak ada respons. Setelah ibu saya marah-marah baru mendapat penanganan dari perawatnya,” jelasnya di kolom komentar.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak manajemen Rumah Sakit Handayani Kotabumi terkait meninggalnya pasien anak tersebut maupun keluhan masyarakat terkait standar pelayanan mereka. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nekat Bawa 61 Botol Zat Berbahaya Lewat Pelabuhan Bakauheni, Pria dan Emak-emak Ini Diciduk Polisi Pagi Hari
Bejat! Bermodal Video ‘Syur’ Rekaman, Pemuda di Tubaba Jadikan Anak di Bawah Umur ‘Budak Seks’
Bawa Pesona Teluk Kiluan dan Motif Lumba-Lumba, Haura Wakili Lampung di Ajang Putri Batik Remaja Indonesia
Warga Sempat Halangi Petugas, Dua Bandar Sabu di Jabung Diringkus Polisi!
Rampok Lansia di Lampung Barat, Purnawirawan Polri dan IRT Diciduk Polisi
Kedapatan Bawa Alat Isap Sabu dan Pireks, Seorang Wanita di Tubaba Lolos dari Jerat Penjara?
Tinjau 3 Ruas Jalan Kabupaten, Bupati Tanggamus Tegaskan Proyek Infrastruktur Harus Tahan Lama
Bobol Rumah di Way Halim, Tekab 308 Polresta Bandar Lampung Ringkus Buruh Harian Lepas
Berita ini 354 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Nekat Bawa 61 Botol Zat Berbahaya Lewat Pelabuhan Bakauheni, Pria dan Emak-emak Ini Diciduk Polisi Pagi Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Bejat! Bermodal Video ‘Syur’ Rekaman, Pemuda di Tubaba Jadikan Anak di Bawah Umur ‘Budak Seks’

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Bawa Pesona Teluk Kiluan dan Motif Lumba-Lumba, Haura Wakili Lampung di Ajang Putri Batik Remaja Indonesia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Rampok Lansia di Lampung Barat, Purnawirawan Polri dan IRT Diciduk Polisi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Kedapatan Bawa Alat Isap Sabu dan Pireks, Seorang Wanita di Tubaba Lolos dari Jerat Penjara?

Berita Terbaru