Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat adanya peningkatan angka pengangguran di Provinsi Lampung pada periode Mei 2026 dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran di Lampung pada Mei 2026 mencapai 204.450 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 2.130 orang jika dibandingkan dengan data pada Februari 2026 yang tercatat sebanyak 202.320 orang.
Sejalan dengan penambahan jumlah tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 juga tercatat naik sebesar 0,02 persen poin dibandingkan dengan bulan Februari 2026.
Dalam keterangannya pada Kamis (6/8/2026), Ahmadriswan merinci perbandingan TPT berdasarkan jenis kelamin.
Pada Mei 2026, TPT laki-laki tercatat sebesar 3,84 persen, angka yang lebih rendah dibandingkan dengan TPT perempuan yang mencapai 4,19 persen.
Meskipun lebih rendah, jika dibandingkan dengan Februari 2026, TPT laki-laki justru mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,60 persen poin.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, wilayah perkotaan menyumbang persentase pengangguran yang lebih besar.
TPT perkotaan tercatat sebesar 6,15 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan yang hanya sebesar 2,54 persen.
Jika dikomparasikan dengan Februari 2026, TPT perkotaan mengalami peningkatan 0,55 persen poin, sementara TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,33 persen poin.
Sementara itu, jika dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, lulusan perguruan tinggi menempati posisi teratas.
TPT untuk tamatan Diploma I/II/III/Universitas menjadi yang paling tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni mencapai 7,92 persen.
Sebaliknya, TPT paling rendah disumbang oleh penduduk dengan latar belakang pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 1,47 persen.
Sebagai catatan, TPT merupakan indikator utama yang digunakan BPS untuk mengukur jumlah tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja, yang sekaligus menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja di suatu wilayah.
Adapun total penduduk usia kerja di Provinsi Lampung pada Mei 2026 mencapai 7.265.490 orang. Jumlah populasi ini mengalami kenaikan sebanyak 24.460 orang, atau sekitar 0,34 persen, dibandingkan dengan data pada Februari 2026. (*)






