Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menyelenggarakan tradisi Ngaben Massal.
Tahun 2026 ini, prosesi keagamaan dan budaya tersebut tercatat sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Balinuraga, Made Suwede, menyebutkan, ratusan jenazah akan diikutsertakan dalam ritual ini. Puncak prosesi pemberangkatan jenazah dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8/2026).
”Tahun ini menjadi Ngaben Massal terbesar yang pernah kami laksanakan. Sebanyak 153 jenazah dewasa dan 132 jenazah anak akan diberangkatkan secara massal pada puncak acara tanggal 7 Agustus nanti,” kata Made pada Rabu (5/8/2026).
Skala besar penyelenggaraan tahun ini juga ditandai dengan berdirinya bade (menara pengusung jenazah) yang mencapai ketinggian sekitar 24 meter.
Bangunan ikonik ini menjadi salah satu menara tertinggi dan terbesar yang pernah dibuat oleh masyarakat setempat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang keluarga.
Tradisi yang rutin digelar setiap tiga tahun sekali ini tidak hanya melibatkan masyarakat Hindu di Lampung Selatan.
Acara ini turut dihadiri dan diikuti oleh umat Hindu dari berbagai wilayah, mulai dari kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.
Menurut Made, Ngaben Massal yang diperkirakan telah berlangsung lebih dari 15 kali sejak pertama kali diadakan ini, kini juga menjadi ajang penting untuk mempererat tali persaudaraan antarumat Hindu di berbagai daerah.
Lebih lanjut, Made menekankan bahwa kemegahan prosesi bukanlah esensi utama dari upacara ini. Fokus utamanya adalah nilai spiritual dan penghormatan.
”Ngaben merupakan bentuk bakti kita sebagai anak kepada leluhur yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Harapannya, generasi muda selalu menghormati dan mengingat jasa para leluhur karena dari merekalah kehidupan ini berasal,” jelasnya.
Rangkaian acara Ngaben Massal ini telah dipersiapkan sejak 14 Juli lalu dan direncanakan rampung pada 10 Agustus 2026 mendatang.
Seluruh proses pelaksanaan dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat, tokoh adat, serta pemuka agama.
”Yang paling penting dalam pelaksanaan Ngaben Massal ini adalah semangat kebersamaan. Kami melaksanakannya dengan tulus, ikhlas, tanpa mengharapkan pamrih. Semoga nilai-nilai ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Made. (*)






