Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tulang Bawang – Sebuah video perkelahian antar-siswa di lingkungan sekolah viral di media sosial, mengakibatkan seorang siswa berinisial DF mengalami patah tulang pada bagian tangan serta luka di beberapa bagian tubuh.
Peristiwa tersebut terkonfirmasi terjadi di SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua siswa terlibat adu fisik di dalam kelas, di mana seorang siswa yang mengenakan kaus olahraga merah-hitam tampak saling dorong hingga salah satu siswa terjatuh setelah dibanting.
Aksi kekerasan ini turut disaksikan dan direkam oleh sejumlah siswa lain yang berada di lokasi kejadian.
Orang tua korban, Solekan, membenarkan kondisi patah tangan yang dialami anaknya. Ia menjelaskan kronologi kejadian bermula dari aksi saling ejek antar-siswa di dalam kelas yang berujung pada perkelahian.
”Awalnya mereka saling mengejek di dalam kelas, kemudian berkelahi. Saat itu sempat dilerai guru,” kata Solekan.
Namun, permasalahan tidak berhenti di situ. Saat jam pulang sekolah, DF kembali didatangi oleh siswa yang terlibat konflik di area parkir sepeda motor sekolah.
Di lokasi tersebut, korban diduga kembali mengalami kekerasan fisik yang berujung pada cedera serius di bagian tangannya.
Rentetan kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat sekitar. Ponirin, warga Kampung Dente Makmur, mengungkapkan, aksi perkelahian dan dugaan perundungan (bullying) di sekolah tersebut bukanlah insiden pertama.
”Sudah beberapa kali terjadi perkelahian dan dugaan bullying. Bahkan pada Sabtu (18/7/2026), ada siswa yang diduga menjadi korban perundungan di dalam kelas dan videonya juga sempat beredar,” ungkap Ponirin.
Menanggapi situasi ini, perwakilan warga berharap adanya intervensi tegas dari instansi terkait.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang beserta pihak sekolah didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa, serta memastikan lingkungan belajar kembali aman dan nyaman bagi para siswa. (*)






