Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!

- Editor

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist (Dok. Bloomberg) 

Hariannarasi.com, Jakarta – PT Pos Indonesia (Persero) mencatatkan estimasi kerugian setidaknya sebesar Rp37,72 miliar akibat praktik kecurangan yang dilakukan oleh pegawainya.

Dugaan rekayasa keuangan dan penyimpangan tata kelola di tubuh perusahaan pelat merah tersebut kini tengah diaudit dan diinvestigasi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang berakhir pada 30 Juni 2025, estimasi kerugian akibat fraud pegawai ini melonjak dibandingkan posisi akhir 31 Desember 2024 yang tercatat minimal Rp34,48 miliar.

​Kerugian terbesar disumbang oleh Regional 6 Makassar yang mencapai Rp18,71 miliar, disusul Regional 1 Medan sebesar Rp9,52 miliar, dan Regional 3 Bandung senilai Rp5,69 miliar.

Sementara itu, gabungan kerugian dari Regional 2 Jakarta, Regional 4 Semarang, Regional 5 Surabaya, serta kantor pusat (HO) menyentuh angka sekitar Rp4 miliar.

​Praktik kecurangan ini juga terdeteksi di entitas anak perusahaan, yakni PT Pos Logistik Indonesia dengan kerugian Rp433,8 juta dan PT Pos Finansial Indonesia sebesar Rp216,58 juta.

​Skandal ini mencuat di tengah merosotnya kinerja keuangan perseroan. Sepanjang semester I-2025, laba Pos Indonesia anjlok menjadi Rp117,8 miliar dari Rp248,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan pendapatan perusahaan yang terkoreksi turun dari Rp2,74 triliun menjadi Rp1,8 triliun.

​Menindaklanjuti temuan kerugian serta mundurnya Direktur Utama Pos Indonesia Daud Joseph pada Kamis (2/7/2026) lalu, BPI Danantara langsung mengambil langkah tegas.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menyebut perusahaan pos negara itu tengah menghadapi persoalan pelik yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

​”Kami menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rohan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

​Rohan memastikan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk praktik kotor yang merusak tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Seluruh temuan dipastikan akan diselesaikan melalui proses hukum secara profesional dan transparan.

​Terkait hal ini, manajemen Pos Indonesia dalam laporan keuangannya menyatakan bahwa nilai kerugian perseroan masih dalam tahap audit.

Beberapa kasus kecurangan saat ini telah masuk dalam tahap pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan oleh pihak berwenang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura

Berita Terbaru