Pemprov Lampung Luncurkan ‘Bed Dryer’ di Mesuji, Pangkas Waktu Pengeringan Gabah Jadi Hitungan Jam

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Mesuji – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meluncurkan fasilitas pengering gabah atau bed dryer berkapasitas 20 ton per desa di Desa Tanjung Mas Makmur, Kabupaten Mesuji, Rabu (24/6/2026).

Pengadaan teknologi pascapanen Tahun Anggaran 2026 ini ditujukan untuk menjaga kualitas beras sekaligus menstabilkan harga jual gabah di tingkat petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kehadiran bed dryer ini menyelesaikan kendala klasik yang dialami para petani setempat. Sebelumnya, petani harus menjemur gabah di pekarangan selama kurang lebih tujuh hari.

Ketergantungan yang tinggi pada cuaca dan lambatnya proses pengeringan sering kali membuat stok menumpuk saat panen raya, sehingga harga gabah kerap anjlok di bawah Rp6.500–Rp7.000 per kilogram (kg).

​Kini, dengan adanya mesin pengering tersebut, proses pengeringan gabah dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.

​Atun, salah satu petani di Tanjung Mas Makmur, mengungkapkan, penggunaan bed dryer terbukti menjaga kualitas hasil panennya. “Gabahnya bagus, berasnya pun lebih bernilai,” ujarnya.

​Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam kunjungan kerjanya menegaskan, fasilitas bed dryer ini bukan sekadar bantuan alat, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk memodernisasi pertanian dari hulu ke hilir.

​Untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Lampung turut mengimplementasikan sejumlah program lain, di antaranya:

  • ​Penyaluran bibit unggul yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi.
  • ​Pemberian pupuk hayati cair gratis untuk setiap desa, yang diklaim terbukti meningkatkan hasil panen sebesar 15 hingga 30 persen.
  • ​Penyediaan Kredit Usaha Alsintan (KUA) dengan bunga rendah sebesar 3 persen yang ditujukan bagi petani milenial.
  • ​Peningkatan infrastruktur jalan guna memperlancar akses distribusi hasil pertanian.

​Di tengah harga gabah nasional yang berfluktuasi pada kisaran Rp6.500 hingga Rp7.200 per kg, intervensi teknologi pascapanen ini dinilai sangat penting.

Pemanfaatan inovasi pertanian diharapkan mampu membantu para petani menstabilkan penghasilan dan mengoptimalkan nilai jual hasil panen tanpa harus bergantung penuh pada kondisi cuaca. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dalih Terlilit Utang, ART di Pringsewu Nekat Kuras ATM hingga Jual Emas Antam Majikan Senilai Rp46 Juta
Carut Marut Tata Kelola RSUD Batin Mangunang, Uang Miliaran Menguap Gitu Aja?! GRAK Tantang Inspektorat Lakukan Audit
Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya!
Beringas! Atlet Tinju PON Lampung Dihantam Cangkul di PKOR, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Apes! Kencan Pertama Lewat Medsos, Pria Ini Bawa Kabur Motor dan Ponsel Mahasiswi di Bandar Lampung
Bukan Cuma Depresi, Ternyata Ini Alasan Pria di Bandar Lampung Nekat Panjat Tower 52 Meter!
Sambut HUT ke-344, Pemkot Bandar Lampung Gelar Jalan Sehat Berhadiah Rumah dan Mobil!
Jaga Ekosistem dan Ekonomi Warga, Gubernur Lampung Lepas 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:23 WIB

Dalih Terlilit Utang, ART di Pringsewu Nekat Kuras ATM hingga Jual Emas Antam Majikan Senilai Rp46 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:20 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan ‘Bed Dryer’ di Mesuji, Pangkas Waktu Pengeringan Gabah Jadi Hitungan Jam

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:10 WIB

Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya!

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:04 WIB

Beringas! Atlet Tinju PON Lampung Dihantam Cangkul di PKOR, Polisi Amankan Tiga Pelaku

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:00 WIB

Apes! Kencan Pertama Lewat Medsos, Pria Ini Bawa Kabur Motor dan Ponsel Mahasiswi di Bandar Lampung

Berita Terbaru