Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Mesuji – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meluncurkan fasilitas pengering gabah atau bed dryer berkapasitas 20 ton per desa di Desa Tanjung Mas Makmur, Kabupaten Mesuji, Rabu (24/6/2026).
Pengadaan teknologi pascapanen Tahun Anggaran 2026 ini ditujukan untuk menjaga kualitas beras sekaligus menstabilkan harga jual gabah di tingkat petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran bed dryer ini menyelesaikan kendala klasik yang dialami para petani setempat. Sebelumnya, petani harus menjemur gabah di pekarangan selama kurang lebih tujuh hari.
Ketergantungan yang tinggi pada cuaca dan lambatnya proses pengeringan sering kali membuat stok menumpuk saat panen raya, sehingga harga gabah kerap anjlok di bawah Rp6.500–Rp7.000 per kilogram (kg).
Kini, dengan adanya mesin pengering tersebut, proses pengeringan gabah dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Atun, salah satu petani di Tanjung Mas Makmur, mengungkapkan, penggunaan bed dryer terbukti menjaga kualitas hasil panennya. “Gabahnya bagus, berasnya pun lebih bernilai,” ujarnya.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam kunjungan kerjanya menegaskan, fasilitas bed dryer ini bukan sekadar bantuan alat, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk memodernisasi pertanian dari hulu ke hilir.
Untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Lampung turut mengimplementasikan sejumlah program lain, di antaranya:
- Penyaluran bibit unggul yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi.
- Pemberian pupuk hayati cair gratis untuk setiap desa, yang diklaim terbukti meningkatkan hasil panen sebesar 15 hingga 30 persen.
- Penyediaan Kredit Usaha Alsintan (KUA) dengan bunga rendah sebesar 3 persen yang ditujukan bagi petani milenial.
- Peningkatan infrastruktur jalan guna memperlancar akses distribusi hasil pertanian.
Di tengah harga gabah nasional yang berfluktuasi pada kisaran Rp6.500 hingga Rp7.200 per kg, intervensi teknologi pascapanen ini dinilai sangat penting.
Pemanfaatan inovasi pertanian diharapkan mampu membantu para petani menstabilkan penghasilan dan mengoptimalkan nilai jual hasil panen tanpa harus bergantung penuh pada kondisi cuaca. (*)






