Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Seorang remaja berinisial KAS nekat menusuk temannya sendiri menggunakan pisau dapur usai terlibat perkelahian. Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh rasa sakit hati pelaku yang mengaku sering dirundung (di-bully) oleh korban.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku kerap menerima ejekan yang tidak pantas dari korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Pengakuannya, dia sering di-bully korban. Bahkan ada ejekan yang menyangkut kondisi orang tuanya,” kata Kombes Pol Alfret, Selasa (26/5/2026).
Alfret menjelaskan, peristiwa penusukan tersebut bermula ketika pelaku dan korban terlibat perkelahian. Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat memiting pelaku. Karena terdesak, KAS kemudian mengeluarkan sebilah pisau dapur dan menusukkannya ke arah korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan pinggang. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif secara medis.
Dalam penyidikan kasus ini, pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan oleh pelaku. Diketahui, pisau tersebut dipinjam KAS dari temannya sebelum insiden penusukan terjadi.
Meski KAS saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi memutuskan untuk tidak melakukan penahanan. Hal ini merujuk pada regulasi hukum yang berlaku karena pelaku masih di bawah umur.
“Pelaku tidak ditahan karena usianya belum genap 14 tahun. Saat ini sudah kami kembalikan kepada orang tuanya sambil proses pemeriksaan berjalan,” jelas Alfret.
Lebih lanjut, Kapolresta memastikan bahwa penanganan perkara anak berhadapan dengan hukum ini akan diselesaikan melalui mekanisme diversi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). (*)






