Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Desing peluru dan adu ketangkasan yang mewarnai Kabupaten Tanggamus selama tiga hari berturut-turut akhirnya usai.
“Kejari Cup Tanggamus Open Championship 2026”, sebuah perhelatan kejuaraan menembak tingkat nasional, secara resmi ditutup pada Minggu (17/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berlangsung sejak 15 Mei, ajang ini bukan sekadar panggung kompetisi bagi para penembak jitu, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama tersebut.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tanggamus berani mengambil langkah besar dan sukses tampil sebagai tuan rumah untuk kejuaraan terbuka (open championship) olahraga menembak dengan skala nasional.
Hal ini mematahkan pandangan bahwa kejuaraan prestisius hanya bisa digelar di ibu kota provinsi. Ratusan atlet dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat turun gelanggang membuktikan kemampuannya.
Ekspansi Tiga Arena, Bukti Kesiapan Infrastruktur Tanggamus
Tidak main-main, demi mengakomodasi besarnya animo peserta dan menjaga standar nasional kejuaraan, panitia penyelenggara menyebar titik kompetisi di tiga lokasi berbeda yang dinilai representatif.
Lapangan Pemkab Tanggamus, Lapangan Menembak Polres Tanggamus Shooting Range, hingga Gedung KDMP Pekon Talang Rejo disulap menjadi arena pertarungan yang menguji fokus dan presisi ratusan petembak.
Penggunaan tiga lokasi ini sekaligus menjadi pembuktian kesiapan infrastruktur Tanggamus dalam menyelenggarakan hajatan olahraga berskala besar.
Lebih dari Sekadar Podium dan Medali
Acara penutupan yang dihelat dengan meriah turut menjadi potret solidnya kolaborasi antar-elemen di Tanggamus. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan KONI Tanggamus, panitia pelaksana, hingga komunitas menembak berbaur merayakan kesuksesan bersama.
Dalam kacamata pelaksana, kejuaraan ini memiliki makna sosiologis dan pembinaan yang jauh lebih dalam.
Ketua Pelaksana Kejari Cup yang juga merangkap sebagai Ketua Harian Aksata Shooting Club Tanggamus, Saipi Samba menegaskan, kompetisi ini adalah medium strategis untuk merajut silaturahmi antar-komunitas.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Tanggamus karena mampu membuktikan diri menyelenggarakan kejuaraan berskala nasional,” ungkapnya.
Ia juga menitipkan asa besar agar Kejari Cup tidak berhenti sebagai euforia sesaat, melainkan dapat bertransformasi menjadi agenda rutin tahunan.
Harapannya, kejuaraan ini kelak menjadi kawah candradimuka yang melahirkan atlet-atlet menembak potensial, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dari Olahraga Menuju Etalase Daerah
Kedatangan ratusan peserta beserta tim ofisial dari luar daerah memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi Tanggamus.
Peningkatan kunjungan ini secara langsung membuka potensi daerah kepada khalayak luas, yang diyakini berdampak positif bagi perputaran ekonomi dan pariwisata lokal.
Dampak positif ini diamini oleh pihak pemerintah daerah, Sekretaris Camat (Sekcam) Kota Agung Timur, Efendi, yang hadir mewakili Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi atlet dari berbagai penjuru negeri. Menurutnya, ajang ini adalah strategi city branding yang sangat efektif.
“Kejuaraan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan Kabupaten Tanggamus kepada masyarakat luar daerah. Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar siapa yang menang atau kalah, tetapi jalinan silaturahmi persaudaraan yang terbangun kuat selama kejuaraan ini berlangsung,” tutur Efendi.
Berakhirnya Kejari Cup Tanggamus Open Championship 2026 menorehkan preseden gemilang. Tanggamus kini bukan hanya sekadar wilayah yang kaya akan potensi alam, tetapi juga daerah yang siap dan mumpuni untuk masuk ke dalam peta tuan rumah kompetisi olahraga prestisius di Indonesia pada masa-masa mendatang. (*)






