Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi meluncurkan layanan transportasi massal Smart Bus Rapid Transit (BRT) rute Itera – Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, pada Selasa (28/4).
Peluncuran ini menandai langkah awal pengembangan transportasi modern berbasis teknologi di Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha, menyatakan bahwa kehadiran BRT ini bertujuan untuk mengurai kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi di wilayah tersebut. Selain itu, program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran dan riset di bidang transportasi massal.
”Peluncuran ini sekaligus menjawab persoalan kemacetan. Dari sisi keberlanjutan, ini juga menjadi ajang pembelajaran penggunaan energi ramah lingkungan, karena bahan bakarnya diesel yang diarahkan ke biodiesel,” ujar Nyoman.
Dalam operasionalnya, layanan transportasi ini dilengkapi dengan teknologi terkini. Sistem Smart BRT didukung oleh teknologi berbasis Informasi Teknologi (IT), Internet of Things (IoT), hingga Kecerdasan Buatan (AI) guna mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang.
Berikut adalah rincian operasional Smart BRT Itera pada tahap awal, yakni armada neroperasi ada 3 unit (dari total 10 unit yang disiapkan), sasaran penumpang, sivitas akademika Itera, mahasiswa, dan masyarakat umum, tarif Rp5.000 per trayek/sekali jalan, sistem pembayaran menggunakan nontunai (metode tap menggunakan e-money).
Peluncuran inovasi ini mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Lampung. Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Hukum dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menilai bahwa kehadiran Smart BRT merupakan bagian dari transformasi sistem transportasi daerah.
Menurut Yanyan, pertumbuhan volume kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan selama ini telah memicu berbagai masalah perkotaan, mulai dari kemacetan, polusi udara, hingga inefisiensi energi.
Kehadiran transportasi massal yang modern dan terintegrasi diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan tersebut. (*)






