Astaga! 4 Juta Anak Indonesia Ternyata Tak Sekolah, Ini Langkah Kemendikdasmen

- Editor

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 4 juta anak di Indonesia saat ini berstatus tidak sekolah. 

Guna menjangkau dan mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah tengah menyiapkan perluasan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi, pada Senin (27/4/2026), mengungkapkan bahwa sebaran anak tidak sekolah (ATS) terjadi di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

​Berikut adalah rincian sebaran daerah dengan angka ATS tertinggi dan terendah:

Daerah dengan ATS Tertinggi:

1. Jawa Barat: 106.196 anak

2. Jawa Tengah: 59.000 anak

3. Jawa Timur: 53.000 anak

Daerah dengan ATS Terendah:

1. Papua Pegunungan: 208 anak

2. Papua Barat Daya: 264 anak

3. Papua Selatan: 755 anak

Sebagai solusi utama, pemerintah akan mengadakan sistem PJJ yang berpusat pada 20 sekolah induk yang telah direkomendasikan oleh pemerintah daerah. Sekolah induk ini akan bekerja sama dengan beberapa sekolah mitra dalam pelaksanaannya.

“Tahun 2026 sampai dengan 2027 ini adalah fase pengembangan skala penuh di mana kami menargetkan pengembangan 34 sekolah induk di dalam negeri, ditambah satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang tahun lalu sudah dimulai,” jelas Saryadi.

Sistem PJJ dirancang dengan jadwal yang fleksibel agar tidak mengganggu kegiatan siswa yang memiliki tanggung jawab lain, seperti harus membantu orang tua.

Pembelajaran akan menggunakan dua metode utama, yakni siswa belajar mandiri menggunakan modul dan bahan ajar yang disediakan. Sesi pembelajaran tutorial yang difokuskan untuk membahas materi-materi yang dirasa sulit oleh siswa.

Mekanisme Pendaftaran

Bagi siswa yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi yang sedang disiapkan, atau secara luring dengan mendaftar langsung ke sekolah induk.

Selain membuka pendaftaran, pihak sekolah juga diinstruksikan untuk aktif melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah anak yang putus sekolah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi
Waspada Erupsi Susulan Anak Krakatau, Pemprov Lampung Mendadak Batalkan Sekolah Tatap Muka
Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!
Mahasiswa Baru Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pelaksanaan PBAK UIN RIL Banjir Kecaman
Resmi, UIN Raden Intan Lampung Kantongi Izin Buka Prodi Kedokteran
Prof Anna dan Prof Hamzah Mendaftar, Enam Kandidat Siap Bersaing dalam Pemilihan Rektor Unila
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus

Jumat, 11 September 2026 - 13:55 WIB

Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

Waspada Erupsi Susulan Anak Krakatau, Pemprov Lampung Mendadak Batalkan Sekolah Tatap Muka

Jumat, 4 September 2026 - 15:51 WIB

Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!

Berita Terbaru