Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Rencana pembangunan Jalan Tol rute Lematang menuju Pelabuhan Panjang hingga kini belum menunjukkan progres yang signifikan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan masih menunggu langkah resmi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), untuk memulai tahapan proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima permohonan resmi terkait Penetapan Lokasi (Penlok) yang menjadi prasyarat utama dimulainya proyek.
“Untuk rencana pembangunan jalan tol Lematang – Pelabuhan Panjang belum ada update. Nanti akan kita coba tanyakan kembali karena ini langsung di kementerian PU,” ujar Taufiqullah saat dimintai keterangan pada Jumat (10/4/2026).
Taufiqullah menegaskan, meskipun proyek ini sempat ditargetkan berjalan tahun ini, tahapan konstruksi fisik tidak bisa serta-merta dilakukan.
Langkah awal yang wajib diselesaikan adalah pembebasan lahan, yang prosesnya harus diawali dengan penerbitan Penlok oleh Gubernur Lampung.
“Kalau pembangunannya sih pasti belum. Yang pertama itu pengadaan tanah. Pembebasan lahan itu perlu penetapan lokasi dari Pak Gubernur. Nah, permohonan penetapan lokasi dari pusat saja belum sampai,” jelasnya.
Secara teknis, rute jalan tol ini akan terbagi ke dalam dua segmen, yakni dari Lematang menuju Jalan Bypass, dan dilanjutkan dari Jalan Bypass menuju Pelabuhan Panjang.
Taufiqullah memastikan bahwa trase pembangunan ini akan melewati dan berdampak pada sejumlah permukiman warga.
Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa proyek Jalan Tol Lematang – Pelabuhan Panjang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp2,11 triliun.
Pembangunan infrastruktur ini dirancang dalam dua tahap, yaitu pembangunan jalan sebidang (at grade) sepanjang 6,76 kilometer pada tahap pertama, dan dilanjutkan dengan jalan layang (elevated) sepanjang 4,92 kilometer pada tahap kedua.
Proyek ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan industri secara langsung menuju Pelabuhan Panjang. Dengan adanya tol ini, efisiensi distribusi logistik di wilayah Lampung dan Sumatera bagian selatan diharapkan dapat meningkat secara signifikan. (*)






