Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Pringsewu – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen kue semprong dan kue kering binaan BRI Kantor Cabang (Kanca) Pringsewu mencatatkan lonjakan pesanan yang signifikan.
Peningkatan volume produksi pada bulan Ramadan ini tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, tetapi juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usaha yang berawal dari skala rumahan dengan modal kecil dan resep keluarga ini, awalnya hanya memasarkan produknya kepada tetangga dan pasar lokal.
Namun, seiring dengan meningkatnya kualitas dan permintaan pasar, usaha ini terus berkembang hingga membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk operasional harian, khususnya pada musim perayaan (festive season).
Guna mengantisipasi tingginya permintaan untuk hidangan Lebaran dan buah tangan, pelaku UMKM telah melakukan sejumlah persiapan intensif.
Langkah tersebut meliputi peningkatan stok bahan baku dan perekrutan warga sekitar untuk memaksimalkan kapasitas produksi produksi agar pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.
Perkembangan pesat UMKM ini tidak lepas dari intervensi dan dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui Kanca Pringsewu, BRI memberikan dukungan pembiayaan untuk penguatan modal dan perluasan kapasitas produksi.
Selain itu, BRI juga memberikan pendampingan manajerial terkait pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran.
Dari sisi operasional, BRI turut mendorong digitalisasi transaksi bagi UMKM tersebut melalui penyediaan fasilitas pembayaran QRIS. Penerapan sistem pembayaran digital ini dinilai sangat efektif dalam mempermudah pelanggan saat bertransaksi dan membantu pencatatan keuangan usaha menjadi lebih rapi.
Ke depannya, pelaku UMKM berharap bisnis kue kering ini dapat terus berekspansi menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya perbankan, ekosistem UMKM lokal diharapkan semakin tangguh, mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan berkontribusi nyata pada perputaran roda ekonomi daerah. (*)






