Iran Tolak Mentah-mentah Permintaan Gencatan Senjata: Ini Perang Habis-habisan!

- Editor

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi.

Hariannarasi.com, Teheran – Ditengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, pihak Iran dilaporkan menolak keras desakan maupun tawaran gencatan senjata. 

Teheran secara tegas menyatakan bahwa upaya damai tersebut tidak akan terwujud, dan menegaskan bahwa situasi saat ini telah menjadi perang terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sikap keras tersebut menjadi sorotan luas setelah kutipan pernyataan dari kantor berita Iran, Tasnim News Agency, beredar di berbagai platform pembaruan konflik Gaza.

​Dalam laporan tersebut, pihak Iran merespons permintaan gencatan senjata dari pihak lawan dengan penolakan mutlak.

“Mereka mengemis gencatan senjata. Tidak, tidak, tidak! Tidak akan pernah terjadi. Ini perang habis-habisan,” demikian kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi seperti yang dilansir dari Tasnim Agency.

Melansir dari berbagai sumber, retorika keras ini mencerminkan sikap tanpa kompromi Iran di tengah ketegangan yang melibatkan Israel dan proksi-proksi Iran yang tergabung dalam “Poros Perlawanan” (termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon).

Pernyataan ini diduga kuat merupakan respons terhadap tekanan militer maupun diplomatik yang ditujukan kepada Iran dan sekutunya belakangan ini.

Otoritas di Teheran sebelumnya telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam memberikan dukungan terhadap perlawanan Palestina.

Mereka menilai seruan gencatan senjata dari pihak Barat dan sekutunya seringkali digunakan hanya sebagai taktik untuk mengulur waktu di tengah kerugian militer.

Pernyataan “perang habis-habisan” ini semakin memperumit upaya mediasi yang tengah diupayakan oleh komunitas internasional.

Hal ini juga menjadi sinyalemen kuat bahwa konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berpusat pada krisis di Gaza, berpotensi akan berlangsung lebih panjang dan meluas. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di RI!
Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!
Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!
Iran Izinkan Kapal Asing Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Indonesia Masih Tertahan!
Makin Panas! Spanyol Tuding Israel Sengaja Targetkan TNI di Lebanon, Tel Aviv Meradang
Gawat! Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Negara Ini Terpaksa Gelap-gelapan Tiap Malam!
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Belum Berikan Izin Melintas
Lanjutkan Perang Lawan Iran, AS Tuntut Kompensasi Rp84.781 Triliun dari Negara-negara Arab
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:05 WIB

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di RI!

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WIB

Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!

Minggu, 12 April 2026 - 19:21 WIB

Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!

Sabtu, 4 April 2026 - 05:37 WIB

Iran Izinkan Kapal Asing Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Indonesia Masih Tertahan!

Rabu, 1 April 2026 - 06:42 WIB

Makin Panas! Spanyol Tuding Israel Sengaja Targetkan TNI di Lebanon, Tel Aviv Meradang

Berita Terbaru

DAERAH

Remaja 16 Tahun Asal Lampung Jadi Jemaah Haji Termuda 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:31 WIB