Caption : Kesadaran Warga Rejosari Membuang Sampah Masih Rendah, Terlihat Sampah Berserakan Dimana-mana
Hariannarasi.com, Kotabumi – Belum lama ini masyarakat Lampung dibuat heboh oleh Pandawara Group, setelah sebelumnya mereka berhasil mengedukasi masyarakat indonesia untuk peduli kebersihan dan Lingkungan. Mereka membersihkan pantai Sukaraja Lampung yg dijuluki pantai terkotor kedua se Indonesia.
Hal tersebut bertolak belakang di kelurahan Rejosari, Kotabumi. Pasca ditutupnya tempat pembuangan sampah (TPS) sementara, banyak sampah dibungkus dengan kantong plastik berceceran pinggiran jalan, di kebun-kebun milik warga, sehingga dapat mencemari lingkungan, bau yang tidak sedap, tidak sedap dipandang mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga Rejosari jalan lebung curup yang protes karena sawah milik (Alm) orang tuanya dijadikan oleh warga menjadi tempat pembuangan sampah.
Bahkan, keluh kesahnya di muat di medsos dengan akun facebook Martini Martini, ia berharap agar dicarikan solusi dan jangan kebun miliknya dijadikan korban tempat pembuangan sampah.
“TPS di Rejosari ini ada dua tempat kalo tidak salah pak, satu di samping gudang indomarco, satunya lagi di depan kantor Kelurahan Rejosari tapi sekarang ditutup semua oleh pemilik tanah dan warga sekitar,” ujarnya.
Ibu Kiss warga Rejosari lainnya, saat diwawancarai media ini menuturkan sangat menyayangkan ditutupnya TPS Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di Rejosari ini.
“Kalo saya pribadi tidak ambil pusing pak masalah sampah ini karena saya berlangganan bulanan dengan iuran Rp. 20.000 perbulan ada petugas sampah yg bernama pak Dwi datang kerumah saya membawa bentor setiap 2-3 kali sehari untuk mengangkut sampah. Langganan saja lah pak biar tidak ambil pusing, cuma Rp. 20.000 saja perbulan dan sangat membantu,” kata ibu Kiss.
Lurah Rejosari M. Rahadiyan, saat dikonfirmasi mengatakan, pasca ditutupnya tempat pembuangan sampah sementara ini memang banyak pro dan kontra. Kelurahan juga sedang berupaya mencari solusi tempat pembuangan sampah yang baru tetapi tidak bisa instan.
“Tidak semudah membalikan telapak tangan, yang pertama harus mencari lahan baru, kedua jauh dari pemukiman. Saya himbau buat masyarakat Rejosari mari jaga Lingkungan dan kebersihan,” jelasnya. (Ang/Hen)






