Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (26/10/2026).
Aktivitas tersebut dilaporkan tim patroli kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau melalui akun Instagram @krakatau_ca_cal. Dalam unggahan tersebut, abu vulkanik berwarna abu-abu gelap terpantau keluar secara terus-menerus dari puncak kawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim patroli juga melaporkan angin bertiup cukup kencang ke arah utara dan timur laut yang berpotensi memengaruhi pergerakan dan penyebaran abu vulkanik di sekitar kawasan gunung.
Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Lampung, status aktivitas Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.
Kenaikan status ditetapkan setelah evaluasi terhadap perkembangan aktivitas vulkanik. Pada status Level III Siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dan memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Larangan diberlakukan untuk mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik dan hujan abu lebat.
Masyarakat di wilayah sekitar diminta untuk tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan aktivitas gunung melalui sumber resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan instansi kebencanaan setempat.
Warga yang terdampak sebaran abu vulkanik diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. (*)






