Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Film layar lebar Laut Bercerita resmi menapaki panggung sinema internasional. Setelah menorehkan sejarah di Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
Film adaptasi novel karya Leila S. Chudori ini membuktikan bahwa kisah tentang perjuangan dan kehilangan dari Indonesia mampu menyentuh hati penonton lintas negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemutaran perdana dunia (world premiere) Laut Bercerita berlangsung pada 11 Oktober 2026 di BIFF, Korea Selatan.
Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen ini tidak hanya diputar, tetapi juga masuk dalam jajaran Kompetisi Utama BIFF 2026, sebuah pencapaian bersejarah karena menjadikannya film Indonesia pertama yang berlaga di kategori utama festival bergengsi tersebut.
Sambutan penonton internasional pun hangat. Sutradara Yosep Anggi Noen mengungkapkan bahwa ia menerima pesan langsung dari seorang penonton Korea yang merasa tersentuh.
Kisah dalam film mengingatkannya pada peristiwa sejarah di negaranya sendiri, yaitu pergerakan mahasiswa di Gwangju pada 1980-an.
“Ini menjadi momen yang penting untuk mengenalkan Indonesia melalui sinemanya,” ujar Anggi.
Jejak Internasional Sebelum Busan
Sebelum melangkah ke Busan, Laut Bercerita telah lebih dulu menarik perhatian industri film global.
Pada Maret 2026, film ini meraih dua penghargaan di Hong Kong, Asia Film Financing Forum (HAF) 2026, termasuk HAF WIP Grand Prize (Non-Hong Kong) senilai 100.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp222 juta.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi Laut Bercerita untuk terpilih mewakili Indonesia dalam program HAF Goes to Cannes di ajang Marché du Film, Cannes Film Festival 2026, pada Mei lalu.
Dalam forum itu, proyek film dipresentasikan langsung di hadapan distributor, agen penjualan, dan kurator festival dari berbagai negara, membuka peluang kolaborasi dan distribusi internasional yang lebih luas.
Membidik Kualifikasi Oscar 2027
Keikutsertaan di Kompetisi Utama BIFF 2026 membawa dampak strategis. Produser Gita Fara menyatakan bahwa BIFF telah masuk jajaran festival kualifikasi Oscar.
Pemenang penghargaan utama di seksi kompetisi dapat langsung dipertimbangkan dalam kategori Best International Feature Film di Academy Awards 2027. “Mohon doanya dari semua teman-teman,” ujar Gita.
Harapan itu sejalan dengan tren sinema dunia yang mulai melirik kisah-kisah tentang penghilangan paksa dan keadilan, seperti film Brasil I’m Still Here yang sukses di Venice Film Festival dan menjadi perwakilan resmi Brasil ke Oscar.
Relevansi Lintas Negara
Bagi Yosep Anggi Noen, kekuatan Laut Bercerita terletak pada semangat kaum muda yang melampaui batas geografis dan sejarah.
“Kisah tentang perjuangan, ketidakadilan, dan perlawanan anak muda dapat melampaui batas geografis maupun perbedaan latar belakang sejarah,” ujarnya.
Pesan itu juga ditekankan oleh Reza Rahadian, pemeran Biru Laut. Ia berharap film ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi mendorong generasi muda untuk terus berpikir kritis dan berani menyuarakan hal-hal penting.
Tayang Serentak di Indonesia
Setelah menjelajahi panggung internasional, Laut Bercerita dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Sebelumnya, film ini juga menjadi film penutup Jakarta Film Week pada 25 Oktober 2026, dan tiket pemutarannya dilaporkan telah habis terjual.
Dengan deretan pencapaian di Hong Kong, Cannes, dan Busan, Laut Bercerita tidak hanya membawa nama Indonesia ke panggung dunia, tetapi juga menegaskan bahwa cerita dari Indonesia memiliki resonansi global. (*)






