Salah Baca Ayat di Kick Off Hari Santri 2026, Kiai Kampung Desak Rais Aam PBNU Mundur!

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar. 

Hariannarasi.com, Jawa Timur – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar didesak mundur dari jabatannya setelah dinilai keliru membaca Surah Al-Fath ayat 29 dalam acara Kick Off Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban.

Desakan itu disampaikan HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, kiai kampung asal Situbondo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai terdapat sejumlah bagian bacaan yang perlu dikoreksi berdasarkan teks Al-Qur’an dan atas dasar itu mendesak KH Miftachul Akhyar mundur dari jabatan Rais Aam PBNU.

Acara Kick Off Hari Santri 2026 yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur itu berlangsung pada Ahad, 11 Oktober 2026, di Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai peluncuran Institut Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) dan wisuda kedua Ma’had Aly Sunan Bejagung.

Dalam video yang diunggah kanal NU Online, KH Miftachul Akhyar mengutip Surah Al-Fath ayat 29 untuk menggambarkan pertumbuhan Islam melalui perumpamaan tanaman.

Gus Lilur menyoroti sejumlah bagian bacaan yang ditranskripsikan sebagai “fastaqladhahu”, “sukbih”, serta penggalan penutup “fa yaghidu bihi mulku kuffar”.

Sementara teks mushaf yang menjadi rujukan berbunyi Kazar’in akhraja syath’ahu fa-azarahu fastaghlazha fastawa ‘ala suqihi yu’jibuz-zurra’a liyaghiizha bihimul-kuffar.

Gus Lilur merinci empat kekeliruan. Pertama, lafaz “fastaqladhahu” tidak dikenal, yang benar adalah “fa-azarahu fastaghlazha”. Kedua, pengulangan “fastawa” tanpa didahului “fastaghlazha”.

Ketiga, “sukbih” yang dinilai bukan kata dalam bahasa Arab, seharusnya “suqihi” yang berarti tangkai-tangkainya. Keempat, penutup “fa yaghidu bihi mulku kuffar” yang berbeda dari “liyaghiizha bihimul-kuffar”.

Menurut Gus Lilur, kesalahan tersebut termasuk lahn jali, yakni kesalahan nyata yang mengubah struktur dan makna, bukan sekadar lahn khafi atau kekeliruan tajwid.

“Kalau seorang santri membaca ayat dengan keliru, ia harus dibimbing dan dibetulkan. Prinsip yang sama berlaku bagi siapa pun, termasuk seorang Rais Aam PBNU. Jangan sampai kedudukan membuat bacaan yang perlu dikoreksi justru dibiarkan tanpa pemeriksaan,” kata Gus Lilur.

Gus Lilur menegaskan kritik tersebut bukan serangan pribadi, melainkan tanggung jawab menjaga kehormatan Al-Qur’an.

Ia menyebut ketepatan membaca ayat suci merupakan bagian mendasar dari tanggung jawab keilmuan seorang ulama, terlebih bagi tokoh yang menduduki posisi strategis dalam struktur kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif, melainkan simbol kepemimpinan keulamaan dan rujukan keilmuan warga NU. Karena itu ia menilai pengunduran diri sebagai cara menjaga kehormatan jabatan.

“Mundur bukan hukuman. Mundur adalah cara seorang alim menjaga kehormatan jabatan yang didudukinya,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari KH Miftachul Akhyar terkait kritik dan desakan pengunduran diri tersebut.

Penilaian objektif atas bacaan dalam rekaman tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait serta telaah ahli Al-Qur’an dan ilmu qiraat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tol Bakter Lampung Diselimuti Asap Tebal, Rush Tabrak Fuso, 2 Orang Terjepit!
Nyaris Merembet ke SPBU! Warung di Samping Pom Bensin Kota Agung Ludes Terbakar Disertai Ledakan
Dari Kenan, JTA, Poppy hingga Shoutbank Dirazia Polda Lampung, 42 Dites Urine 6 Positif Narkoba!
Tabrak Maut di Tikungan Tubaba, Mobil MBG Tewaskan Pemotor, Dipakai Diluar Jam Operasional!
Bursa Ketua PWI Lampung 2026-2031 Dibuka Besok, Daftar Wajib Datang Sendiri!
Jual Solar Subsidi, Polisi Ciduk Pria di Tanggamus, Cuan hingga Rp75 Ribu per Jeriken!
Lelah Ditipu Janji Manis, Warga Tanggamus Patungan Cor Jalan Sendiri
Polda Lampung dan BNN Gerebek Southbank Bandar Lampung Saat DJ Panda Perform? Ini Videonya!
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Salah Baca Ayat di Kick Off Hari Santri 2026, Kiai Kampung Desak Rais Aam PBNU Mundur!

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Tol Bakter Lampung Diselimuti Asap Tebal, Rush Tabrak Fuso, 2 Orang Terjepit!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Nyaris Merembet ke SPBU! Warung di Samping Pom Bensin Kota Agung Ludes Terbakar Disertai Ledakan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Dari Kenan, JTA, Poppy hingga Shoutbank Dirazia Polda Lampung, 42 Dites Urine 6 Positif Narkoba!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Bursa Ketua PWI Lampung 2026-2031 Dibuka Besok, Daftar Wajib Datang Sendiri!

Berita Terbaru