Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2026 mencapai di atas 5 persen dan menempati peringkat kedua tertinggi di Sumatera.
Capaian tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung berada pada level cukup tinggi, namun perlu upaya untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kita lihat berdasarkan data-data di BPS, pertumbuhan ekonomi Lampung di dua triwulan pertama itu ada di angka di atas 5 persen. Bahkan untuk yang di triwulan 2 ini nomor dua tertinggi di Sumatera. Artinya, ada upaya yang perlu dilakukan untuk bisa Lampung ini tumbuh lebih tinggi, lebih berkelanjutan, dan lebih inklusif,” kata Bimo.
Bimo menjelaskan, tantangan ekonomi global masih perlu diwaspadai. Tingginya ketidakpastian geopolitik hingga perkiraan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi berdampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
Menurutnya, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung adalah meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui hilirisasi komoditas unggulan.
“Yang banyak yang belum dihilirisasi itu utamanya adalah singkong. Kakao ada baru sebagian. Lalu kemudian kopi pun juga demikian, ada tapi juga baru sebagian,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini sebagian besar komoditas pertanian Lampung masih dikonsumsi dalam bentuk bahan mentah dan belum diolah optimal menjadi produk turunan.
Salah satu contoh pengembangan hilirisasi adalah pengolahan singkong menjadi eksipien yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri, termasuk kosmetik.
Produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan tepung tapioka.
Bimo menegaskan, pengembangan industri pengolahan membutuhkan perencanaan matang, termasuk dukungan regulasi, iklim investasi, infrastruktur, serta kepastian pasar. (*)






