Caption : Kepala MAN 1 Metro, Gunawan Susanto.
Hariannarasi.com, Metro – Dugaan praktik pungutan yang membebani wali murid dilaporkan masih berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Metro, Provinsi Lampung.
Berdasarkan akumulasi data jumlah siswa, total dana yang dihimpun melalui iuran komite tersebut diperkirakan mencapai Rp7,6 miliar setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Praktik ini diketahui tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah yang baru, Gunawan Susanto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terkait, besaran iuran dana komite di MAN 1 Metro ditetapkan dengan nominal yang berbeda untuk setiap tingkatan kelas.
Siswa tahun pertama dikenakan biaya sebesar Rp2.500.000, siswa tahun kedua Rp2.000.000, dan siswa tahun ketiga sebesar Rp1.700.000.
Dengan skema tersebut, total beban iuran untuk setiap siswa selama tiga tahun masa pendidikan mencapai Rp6.200.000.
Merujuk pada data kesiswaan tahun 2025, jumlah keseluruhan peserta didik di MAN 1 Metro tercatat sebanyak 1.233 orang.
Jika dikalkulasikan dengan besaran iuran per siswa, total potensi dana komite yang terkumpul mencapai Rp7.644.600.000 dalam satu tahun.
Kebijakan pemungutan dana ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya, Sarjono.
Menurut keterangan dari salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya, pembayaran iuran komite tersebut diklaim sebagai syarat wajib yang harus dilunasi.
Pihak wali murid juga menyatakan, meskipun pungutan tersebut diklaim sebagai hasil kesepakatan musyawarah, pada praktiknya penetapan nominal dan mekanisme pembayaran dinilai diputuskan secara sepihak, sehingga para orang tua siswa terpaksa mematuhinya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala MAN 1 Metro, Gunawan Susanto, belum memberikan penjelasan atau klarifikasi resmi mengenai dugaan pungutan bernilai miliaran rupiah tersebut.
Sejumlah upaya konfirmasi yang dilakukan oleh pihak media melalui panggilan telepon dan pesan tertulis via aplikasi WhatsApp tidak mendapatkan respons. (*)






