Proyek Ratusan Juta dan Perusahaan Bodong, DPRD Tanggamus Sebut Kejari ‘Mandul’!

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Tanggamus – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tanggamus, Romzi Edy, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus untuk bersikap serius dan transparan dalam menangani dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. 

Hal ini disampaikan guna merespons keresahan masyarakat terkait lambannya proses hukum yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Romzi menekankan, dugaan penyimpangan dana pendidikan harus menjadi prioritas aparat penegak hukum karena berdampak langsung pada kualitas SDM di daerah. Ia berharap penanganan perkara tidak terkesan “mandul” atau jalan di tempat.

Dalam laporannya, Romzi meminta adanya langkah konkret berupa penyelidikan mendalam yakni melakukan audit khusus di luar audit rutin guna mengungkap aliran dana yang mencurigakan.

“Bisa dengan pembentukan tim khusus, yakni dengan merekomendasikan tim investigasi gabungan untuk memastikan penanganan perkara berjalan maksimal dan menyeluruh,” ujarnya.

Temuan Proyek dan Dugaan Perusahaan “Bodong”

Sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN Satu Atap 5 Kelumbayan. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp864 juta.

Caption : ist

Proyek ini dimenangkan oleh CV Goro Jaya Pratama yang beralamat di Sukarame, Bandar Lampung. Namun, hasil penelusuran lapangan memicu kecurigaan baru, alamat perusahaan ditemukan berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Tidak ditemukan aktivitas operasional layaknya kantor kontraktor pada umumnya, muncul dugaan bahwa perusahaan tersebut hanyalah formalitas atau entitas “bodong”.

Caption : ist

Komitmen Pengawasan DPRD

Romzi menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat proses hukum yang dinilai lamban. “Jangan sampai penanganannya berjalan lamban seperti keong. Publik menunggu kepastian hukum,” tegas Romzi.

Ia menambahkan, Komisi IV akan terus memperketat fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan agar tidak merugikan keuangan negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Tanggamus belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan keterlambatan penanganan perkara tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apes! Antar Penumpang dari Bandar Lampung ke Natar, Motor Driver Maxim dan HP Malah Dibawa Kabur
Pemuda di Pringsewu Bacok Ayah Kandung, Pelaku Dievakuasi ke RSJ 
Apes! Ditinggal Rekannya Kabur, Satu Pelaku Curanmor di Lamtim Dimassa
Keluarga Korban Tewas di Karaoke Lamtim Bantah Randi Mengamuk dan Minta Pemilik Diperiksa, Diduga Pekerjakan LC di Bawah Umur
Viral Begal Di Way Sulan Lamsel Ternyata Settingan, Uang Rp5,5 Juta Ludes Buat Judol!
Nongkrong Hingga Jam 2 Pagi di Stadion Pahoman, Puluhan Remaja Dibubarkan Polresta, Botol Miras Berserakan!
Enam Bulan Buron, Pelaku Ketiga Curas Wisatawan Pantai Limau Tanggamus Diciduk! 
Pembunuhan Wanita dalam Got di Teluk Betung Terungkap, Rizki Habisi Nyawa Sepupu Sendiri Pakai Balok Kayu!
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:05 WIB

Apes! Antar Penumpang dari Bandar Lampung ke Natar, Motor Driver Maxim dan HP Malah Dibawa Kabur

Minggu, 1 November 2026 - 15:49 WIB

Pemuda di Pringsewu Bacok Ayah Kandung, Pelaku Dievakuasi ke RSJ 

Minggu, 1 November 2026 - 15:44 WIB

Apes! Ditinggal Rekannya Kabur, Satu Pelaku Curanmor di Lamtim Dimassa

Minggu, 1 November 2026 - 15:35 WIB

Viral Begal Di Way Sulan Lamsel Ternyata Settingan, Uang Rp5,5 Juta Ludes Buat Judol!

Minggu, 1 November 2026 - 14:51 WIB

Nongkrong Hingga Jam 2 Pagi di Stadion Pahoman, Puluhan Remaja Dibubarkan Polresta, Botol Miras Berserakan!

Berita Terbaru