Dulu Dibiayai Negara, Kini Bangga Anak Jadi WNA: LPDP Beri Respons Menohok!

- Editor

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan respons tegas terkait kegaduhan di media sosial mengenai seorang alumnus beasiswa negara yang memamerkan keberhasilan anaknya memperoleh paspor Inggris.

LPDP menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai integritas dan etika yang ditanamkan lembaga kepada seluruh penerima beasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP,” tulis pihak lembaga melalui akun resmi X @LPDP_RI pada Jumat (20/2/2026).

Terkait status kepatuhan, LPDP menjelaskan bahwa DS telah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 dan telah memenuhi masa pengabdian selama lima tahun (dua kali masa studi ditambah satu tahun) di Indonesia sesuai ketentuan.

Dengan demikian, LPDP menyatakan tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan. Meski begitu, lembaga tetap mengimbau agar DS lebih bijak dalam bermedia sosial dan memperhatikan sensitivitas publik.

​Namun, perhatian LPDP kini tertuju pada suami DS, yakni AP, yang juga merupakan alumnus LPDP. Lembaga menduga AP belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya di tanah air setelah menamatkan studi.

​”LPDP akan melakukan pemanggilan kepada AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan hingga pengenaan sanksi berupa pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti kewajiban berkontribusi belum dipenuhi,” jelas pernyataan tersebut.

​Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun @sasetyaningtyas (DS) yang menyebutkan pernyataan kontroversial berbunyi, “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan.” Pernyataan tersebut memicu kecaman luas dari warganet karena dianggap tidak nasionalis setelah menempuh pendidikan menggunakan pajak negara.

DS sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosialnya. Ia mengaku menyesal atas pernyataan yang menyinggung perasaan masyarakat tersebut. LPDP menegaskan akan terus konsisten menegakkan aturan pengabdian bagi seluruh awardee dan alumni demi menjaga integritas institusi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Istilah ‘Titipan’! Disdikbud Tanggamus Gandeng Kepsek Teken Pakta Integritas SPMB Bersih
Wagub Lampung Hadiri Wisuda Perdana UIM Lamsel, Tantang Wisudawan Jadi Patriot Pembangunan!
Gubernur Lampung Sebut Masa Depan Provinsi Ada di Ruang Kelas, Targetkan Nol Angka Putus Sekolah
Ini 10 SMA di Lampung dengan Tingkat Penerimaan PTN Terbanyak
Kemdiktisaintek Catat 289 Ribu Mahasiswa Putus Kuliah, Mayoritas dari Kampus Swasta
Desak Program MBG Dihentikan, Ratusan Mahasiswa Demo di Kemendiktisaintek
Pemkab Tanggamus Peringati Hardiknas 2026, Fokus Mutu Pendidikan dan Kelulusan 100 Persen
Ada Monopoli dan Setoran Proyek di Ujian Sekolah di Tanggamus? Pengamat: Ini ‘Jual Pengaruh’
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:32 WIB

Tak Ada Lagi Istilah ‘Titipan’! Disdikbud Tanggamus Gandeng Kepsek Teken Pakta Integritas SPMB Bersih

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:05 WIB

Wagub Lampung Hadiri Wisuda Perdana UIM Lamsel, Tantang Wisudawan Jadi Patriot Pembangunan!

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:56 WIB

Gubernur Lampung Sebut Masa Depan Provinsi Ada di Ruang Kelas, Targetkan Nol Angka Putus Sekolah

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:23 WIB

Ini 10 SMA di Lampung dengan Tingkat Penerimaan PTN Terbanyak

Senin, 25 Mei 2026 - 15:14 WIB

Kemdiktisaintek Catat 289 Ribu Mahasiswa Putus Kuliah, Mayoritas dari Kampus Swasta

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:51 WIB