Caption : ist
Penyalahgunaan istilah fotografi ‘Bokeh’ marak di mesin pencarian digital, Tren pencarian kata kunci “bokeh” di platform digital dan mesin pencarian internet dilaporkan mengalami pergeseran makna yang signifikan.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Bokeh sendiri merujuk pada istilah yang secara teknis merupakan efek kekaburan latar belakang dalam dunia fotografi ini, kini banyak disalahgunakan untuk mengarahkan pengguna ke konten-konten video hiburan dewasa dan situs web yang mencurigakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan pada antarmuka hasil pencarian seluler, sejumlah situs dengan domain asing seperti .fr mulai muncul dengan menawarkan aplikasi dan video menggunakan judul “Bokeh Full HD”.
Selain video, hasil pencarian tersebut juga menampilkan aplikasi pihak ketiga yang diklaim memiliki fitur kecerdasan buatan (AI) untuk memodifikasi latar belakang video dengan harga langganan berkisar antara Rp444.000 hingga Rp851.000.
Pakar literasi digital menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari strategi Search Engine Optimization (SEO) yang agresif oleh pengembang situs tak resmi.
Mereka memanfaatkan tingginya volume pencarian kata “bokeh” di Indonesia untuk mendulang trafik (kunjungan) ke situs yang berpotensi mengandung malware atau penipuan berkedok aplikasi premium.
Secara teknis, bokeh berasal dari bahasa Jepang “boke” yang berarti buram atau bias. Dalam standar industri fotografi profesional, seperti yang diterapkan pada pustaka visual Shutterstock, bokeh murni merupakan elemen estetika yang dihasilkan oleh keterbatasan kedalaman bidang (depth of field) lensa kamera.
“Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengeklik tautan yang muncul di hasil pencarian dengan judul-judul bombastis. Seringkali, situs-situs tersebut tidak memberikan konten yang sesuai dengan judulnya, melainkan hanya berupa iklan berlapis atau permintaan akses data pribadi yang berbahaya,” ujar seorang analis keamanan siber dalam keterangannya, Kamis (23/05).
Hingga saat ini, platform penyedia konten dan mesin pencarian terus melakukan moderasi algoritma untuk memfilter hasil pencarian agar tetap sesuai dengan definisi teknis asli dan mencegah penyebaran konten yang melanggar ketentuan layanan. (*)






