Eksodus Warga Malaysia ke Singapura, 61 Ribu Orang Ganti Kewarganegaraan

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Penampakan sore hari Singapura (Dok. Traveloka)

Hariannarasi.com, Kuala Lumpur – Tren pelepasan status kewarganegaraan di Malaysia menunjukkan angka yang cukup mengusik perhatian. Dalam kurun lima tahun terakhir, tercatat lebih dari 61.000 warga negara Malaysia memilih untuk menanggalkan paspor mereka.

Fenomena ini bukan sekadar statistik perpindahan penduduk biasa, melainkan cermin dari daya tarik ekonomi negara tetangga yang kian tak terbendung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Departemen Pendaftaran Nasional (DPN) hingga 17 Desember 2025, sebanyak 61.116 orang telah resmi melepas kewarganegaraan mereka. Dari angka tersebut, Singapura menjadi destinasi mutlak bagi mayoritas eks-warga Malaysia.

Direktur Jenderal DPN, Badrul Hisham Alias, mengungkapkan bahwa 93,78% atau sekitar 57.315 orang memilih untuk menjadi warga negara Singapura. Posisi selanjutnya diikuti oleh Australia (2,15%) dan Brunei Darussalam (0,97%).

“Keputusan ini sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi dan pertimbangan keluarga,” ujar Badrul saat memberikan keterangan yang dikutip dari Asia One.

Logika di balik angka ini sebenarnya sederhana namun mendalam, kedekatan geografis yang dibarengi dengan selisih nilai tukar mata uang dan standar upah yang lebih tinggi menjadikan Singapura sebagai “janji kesejahteraan” yang konkret bagi banyak pekerja Malaysia.

Kehilangan Generasi Emas

​Jika kita membedah anatomi data tersebut, ada kekhawatiran mengenai brain drain atau pelarian modal manusia. Kelompok usia produktif mendominasi daftar ini:

  • Usia 31-40 tahun: 19.287 orang (31,16%)
  • Usia 21-30 tahun: 18.827 orang (30,8%)

​Artinya, lebih dari 60% mereka yang pergi berada di masa keemasan karier dan produktivitas. Selain itu, data menunjukkan bahwa kaum perempuan merupakan kelompok terbesar yang berpindah kewarganegaraan, mencapai angka 35.356 orang, yang sering kali dipicu oleh faktor pernikahan dengan warga asing dan keputusan untuk menetap di luar negeri.

Tren ini sebenarnya bukanlah fenomena baru, namun eskalasinya patut diwaspadai. Jika menilik data satu dekade terakhir (2015 – Juni 2025), lebih dari 97.000 orang telah pergi.

Rata-rata 10.000 orang per tahun yang meninggalkan kewarganegaraan ini menandakan adanya tantangan domestik dalam mempertahankan talenta terbaik agar tetap berkontribusi di dalam negeri.

Bagi Malaysia, tantangan ke depan bukan hanya soal administratif pendaftaran penduduk, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu bersaing dengan daya pikat Dollar Singapura agar “darah segar” bangsa tidak terus mengalir ke luar perbatasan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai Kapal Bantuan Gaza Dicegat Israel, Jurnalis Asal Lampung Hilang Kontak!
Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Bagikan Pengalaman Transportasi Jakarta
Sempat Dipanggil Polda Sumut, Lagu Viral Siti Mawarni Ya Incek Dipakai Klub Borussia Dortmund
Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di RI!
Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!
Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!
Iran Izinkan Kapal Asing Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Indonesia Masih Tertahan!
Makin Panas! Spanyol Tuding Israel Sengaja Targetkan TNI di Lebanon, Tel Aviv Meradang
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:49 WIB

Usai Kapal Bantuan Gaza Dicegat Israel, Jurnalis Asal Lampung Hilang Kontak!

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:52 WIB

Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Bagikan Pengalaman Transportasi Jakarta

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Sempat Dipanggil Polda Sumut, Lagu Viral Siti Mawarni Ya Incek Dipakai Klub Borussia Dortmund

Kamis, 23 April 2026 - 08:05 WIB

Bukan Cuma Bisnis, Ini Alasan Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di RI!

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WIB

Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!

Berita Terbaru