Caption : ist (Dok. Laporan Warganet Bandar Lampung)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Kamis (8/1) malam kembali menyisakan persoalan klasik. Sejumlah titik vital di wilayah Sukarame hingga Way Halim lumpuh sesaat setelah permukaan air naik drastis dan merendam akses jalan serta pemukiman warga.
Kawasan di belakang Kampus UIN Raden Intan Lampung, tepatnya di Jalan Pulau Sebesi, menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, badan jalan seolah “menghilang” tertutup luapan air yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi serupa merambah ke Jalan Pembangunan A5, Way Dadi. Rumah Ideologi Klasika tidak luput dari terjangan debit air yang masuk hingga ke dalam bangunan.
Perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi nampak mengapung, memaksa penghuni berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga di tengah ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan.
Lalu Lintas Urip Sumoharjo
Bergeser ke arah Way Halim, kemacetan panjang tak terhindarkan di ruas Jalan Urip Sumoharjo. Genangan air yang cukup tinggi di depan Rumah Makan Kemuning menjadi penghambat utama laju kendaraan.
Seorang warga di lokasi melaporkan bahwa air mulai meluap sekitar pukul 17.36 WIB. Meski kondisi air cukup dalam, tak sedikit pengendara roda dua yang mencoba peruntungan dengan menerobos genangan.
“Banyak motor yang nekat menerobos akhirnya mogok di tengah jalan. Dampaknya, antrean kendaraan mengular panjang hingga ke lampu merah Urip,” lapor warga nernama Udin (39) di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di sebagian wilayah Bandar Lampung masih terpantau mendung. Para pengguna jalan diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari titik-titik banjir dan kemacetan yang masih berlangsung. (*)






