Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Menutup lembaran tahun lama dan membuka kalender 2026, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Terhitung mulai 1 Januari 2026, harga sejumlah produk unggulan seperti Pertamax hingga Pertamina Dex resmi melandai, sebuah kado awal tahun bagi para pengguna kendaraan di seluruh penjuru Tanah Air, tak terkecuali di Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah korporasi ini bukanlah tanpa alasan. Penurunan harga ini merupakan respon cepat Pertamina dalam menyikapi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dinamis serta penguatan nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penurunan harga ini menyasar lini produk bahan bakar berkualitas tinggi. Daftar harga baru kini berlaku untuk, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex
Khusus untuk wilayah Lampung dan sebagian besar Pulau Sumatera, harga Pertamax kini bertengger di angka Rp12.650 per liter.
Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi efisiensi biaya operasional masyarakat yang mengandalkan bahan bakar dengan oktan tinggi.
Ditengah koreksi harga produk nonsubsidi, pemerintah tampaknya masih mempertahankan kebijakan harga untuk sektor bahan bakar penugasan dan subsidi.
Hingga berita ini diturunkan, harga Pertalite masih terpaku di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap dibanderol Rp6.800 per liter.
Stabilitas harga pada dua jenis BBM ini menjadi kunci pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat luas dan menekan laju inflasi di sektor transportasi.
Penyesuaian berkala ini merupakan bagian dari komitmen transparansi Pertamina dalam mengimplementasikan mekanisme harga pasar yang sehat.
Bagi masyarakat, momentum ini diharapkan dapat mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan modern. (*)






