Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Lampung dan BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

- Editor

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Minggu (14/12), melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mencegat potensi bencana hidrometeorologi di gerbang selatan Pulau Sumatera. 

Langkah darurat ini diambil menyusul pergerakan agresif Siklon Mapung (sebelumnya bibit 91S) dan kemunculan saudara mudanya, bibit siklon 92S, di perairan sekitar Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir juga Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang melakukan peninjauan Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Raden Inten II ini.

Peninjauan ini sebagai langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.

Pergerakan atmosfer ini bukan perkara sepele, ekor badai tersebut dilaporkan telah menjalar hingga menyentuh garis pantai Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait dalam rangka memastikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca berjalan optimal.

“Pemprov Lampung berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelas Gubernur Mirza.

Sementara, Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengungkapkan bahwa konsentrasi awan di wilayah barat Lampung telah memasuki kategori waspada. Jika dibiarkan masuk ke daratan, massa udara jenuh air ini dipastikan akan tumpah dalam bentuk hujan ekstrem yang mengancam keselamatan warga pesisir.

​”Potensi ini membahayakan karena awan-awan di perairan sekitar siklon sudah membesar secara masif,” ujar Rudy pada Rabu (17/12).

Strategi yang digunakan tim gabungan BNPB dan BPBD cukup taktis, yakni Pre-emptive strike. Alih-alih menunggu hujan turun di pemukiman, tim melakukan penyemaian awan di wilayah laut. Logikanya sederhana, menurunkan hujan lebih awal di atas samudera sebelum awan-awan tersebut mencapai daratan.

Hingga Rabu pagi, pesawat pengangkut bahan semai telah beroperasi sebanyak lima kali. Fokus area operasi mencakup radius luas hingga 10.000 nautical mile (NM), menyasar sel-sel awan yang berpotensi menjadi bom waktu air.

Beberapa poin penting dari perkembangan operasi di lapangan:

1. Status Siklon, Siklon Mapung terpantau mulai bergerak menjauh, namun sisa-sisa awan konvektif masih mengepung wilayah barat.

2. Efektivitas, Berdasarkan asesmen BMKG, intensitas hujan di wilayah pesisir mulai menunjukkan tren penurunan pasca-penyemaian.

3. Perpanjangan Operasi, Meski tahap pertama dijadwalkan berakhir besok, dinamika atmosfer di laut barat yang masih menunjukkan pertumbuhan awan raksasa memberi sinyal kuat bahwa operasi ini akan diperpanjang.

Operasi ini menjadi bukti nyata bagaimana intervensi teknologi kini menjadi garda depan dalam mitigasi bencana. Rudy menekankan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan.

Fokus utama tetap pada pengamanan wilayah pesisir barat yang secara geografis paling rentan terdampak langsung oleh aktivitas siklon tropis.

Kini, seluruh mata tertuju pada layar pantauan satelit. Di saat warga Lampung menjalankan aktivitas harian, di ketinggian ribuan kaki, tim OMC terus berjibaku, memastikan bahwa badai yang seharusnya menerjang daratan, luruh menjadi rintik yang tenang di tengah lautan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Asik Menjaring, Pria 35 Tahun Tenggelam di Waduk Batu Tegi Tanggamus
Polda Lampung Bongkar Penimbunan BBM Ilegal di Lempasing, Pukat UGM Soroti Aktor Utama yang Tak Ditahan
Penuh Haru dan Harapan! Ini Momen Pisah Sambut Kalapas Kotaagung yang Tak Terlupakan
Andi Gunawan Tinggalkan Lapas Kotaagung, Ini Sosok yang Ditunjuk Jadi Penggantinya!
Bukan Cuma Buat Ekspor, Ini Alasan Wagub Jihan Gandeng Organisasi Dunia Urus Rajungan Lampung!
Ada Apa dengan RSUD Ryacudu? Aplikasi MJKN dan Kantong Obat Bikin Kisruh, Sekda Beri Ultimatum!
Diduga Live TikTok Saat Jam Kerja, ASN Dinas Ketahanan Pangan Lampung Diperiksa BKD
Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes dan Kampung Nelayan, Tegaskan Tanpa Jalur ‘Ordal’
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 06:55 WIB

Asik Menjaring, Pria 35 Tahun Tenggelam di Waduk Batu Tegi Tanggamus

Sabtu, 18 April 2026 - 13:58 WIB

Polda Lampung Bongkar Penimbunan BBM Ilegal di Lempasing, Pukat UGM Soroti Aktor Utama yang Tak Ditahan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Penuh Haru dan Harapan! Ini Momen Pisah Sambut Kalapas Kotaagung yang Tak Terlupakan

Sabtu, 18 April 2026 - 08:20 WIB

Andi Gunawan Tinggalkan Lapas Kotaagung, Ini Sosok yang Ditunjuk Jadi Penggantinya!

Sabtu, 18 April 2026 - 06:23 WIB

Bukan Cuma Buat Ekspor, Ini Alasan Wagub Jihan Gandeng Organisasi Dunia Urus Rajungan Lampung!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Ubah Aturan SLIK!

Minggu, 19 Apr 2026 - 12:52 WIB

PEMERINTAHAN

Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:04 WIB