Gubernur Lampung Tindak Cepat Video Pembalakan Liar: Hentikan Penebangan!

- Editor

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil langkah cepat merespons viralnya sebuah video di media sosial yang diduga menampilkan aktivitas pembalakan liar di Kabupaten Pesisir Barat. 

Rekaman yang memantik kekhawatiran warga dan desakan penindakan tegas tersebut langsung direspons oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dengan penerbitan surat imbauan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Mirza menegaskan bahwa melalui Dinas Kehutanan, pemerintah provinsi telah mengeluarkan surat yang secara resmi meminta masyarakat untuk menghentikan segala aktivitas penebangan pohon, terutama di area kawasan hutan lindung.

“Hari ini saya keluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak menebang pohon. Ini menjadi penyemangat kami untuk mempercepat reboisasi kawasan hutan lindung,” ujar Mirza, Senin (7/12).

​Mirza menyoroti bahwa masalah perambahan hutan di Lampung saat ini didominasi oleh aktivitas masyarakat, bukan perusahaan besar. Situasi ini dinilainya sebagai ancaman serius, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko bencana ekologis.

“Kita melihat banyak hutan yang dirambah. Reboisasi harus segera dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih jauh,” tegasnya, menekankan pentingnya percepatan pemulihan ekosistem hutan untuk mencegah bencana.

​Video pembalakan tersebut berlokasi di wilayah Pugung Penengahan, Kecamatan Pesisir Utara. Dalam rekaman itu terlihat puluhan batang kayu gelondongan tergeletak di lereng bukit, dengan dua pria sedang melakukan pemotongan.

​Warga setempat mengaku sangat cemas. Aktivitas ini dikhawatirkan memicu bencana serupa banjir bandang dan longsor yang baru-baru ini melanda sejumlah daerah di Sumatera.

​“Tolong dihentikan aktivitas itu. Kami khawatir terjadi bencana seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Ajo, salah seorang warga.

​Warga lainnya, Andala, menyebut bahwa kegiatan ilegal ini sudah berlangsung lama tanpa adanya penindakan yang berarti. “Sudah lama, tapi tidak pernah tersentuh. Harapan kami setelah viral ini, kegiatan itu benar-benar dihentikan,” harapnya.

Kapolda Turun Tangan, Penyelidikan Dimulai

​Menindaklanjuti keresahan publik, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf langsung meninjau lokasi dan memerintahkan penghentian seluruh aktivitas penebangan. Kapolda menyatakan bahwa beberapa pihak yang diduga terlibat telah dimintai keterangan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan. Fakta-fakta di lapangan dan dokumen terkait harus diverifikasi sebelum menentukan status hukumnya,” kata Irjen Helfi, memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan jika ditemukan unsur ilegal.

Gubernur Lampung menegaskan bahwa prioritas pemerintah provinsi dalam beberapa bulan ke depan adalah pengamanan kawasan hutan dan reboisasi besar-besaran.

Menurutnya, krisis lingkungan ini memerlukan penanganan serius agar Lampung terhindar dari tragedi ekologis.

​“Kami tidak ingin Lampung mengalami peristiwa seperti yang terjadi di daerah lain di Sumatera. Kerusakan hutan harus dikendalikan dan kawasan lindung wajib dipulihkan,” tandas Mirza.

Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, dan warga. “Tanpa kerja bersama, reboisasi dan perlindungan kawasan hutan tidak akan berjalan optimal,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Laut Surut dan Hiu Merapat ke Daratan, Benarkah Pertanda Bahaya dari Anak Krakatau?
Bersihkan Abu Vulkanik Krakatau, Polisi Semprot Jalanan Bandar Lampung Pakai Water Cannon
Abu Vulkanik Anak Krakatau Landa 20 Kecamatan di Tanggamus, Sekolah Dialihkan Daring
Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Radin Inten II Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Gubernur Lampung Imbau Warga Tenang dan Waspada
Curi Truk di Mesuji, Residivis Lintas Provinsi Diringkus Polisi di OKU Timur
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Lampung Terapkan Sekolah Daring 7–8 September
Warga Tanggamus Tewas Tertemper Kereta Api di Stasiun Labuhan Ratu Bandar Lampung
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:17 WIB

Laut Surut dan Hiu Merapat ke Daratan, Benarkah Pertanda Bahaya dari Anak Krakatau?

Minggu, 6 September 2026 - 19:20 WIB

Bersihkan Abu Vulkanik Krakatau, Polisi Semprot Jalanan Bandar Lampung Pakai Water Cannon

Minggu, 6 September 2026 - 19:17 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Landa 20 Kecamatan di Tanggamus, Sekolah Dialihkan Daring

Minggu, 6 September 2026 - 19:15 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Radin Inten II Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:12 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Gubernur Lampung Imbau Warga Tenang dan Waspada

Berita Terbaru