Caption : ist
Hariannarasi.com, Pesawaran – Komitmen Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mengawal pembangunan desa melalui program unggulan Desa BRILiaN kembali membuahkan hasil.
BRI Kantor Cabang Teluk Betung secara resmi menyerahkan apresiasi bergengsi Desa BRILiaN kepada Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa, (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan ini menegaskan posisi Desa Hanura sebagai model percontohan desa yang berhasil bertransformasi secara inovatif, terutama dalam penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta kemitraan aktif dengan institusi perbankan.
Acara seremonial di Desa Hanura tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Hanura, Rio Remota, bersama jajaran perangkat desa, perwakilan BRI, dan para pelaku UMKM setempat.
Rahmad Budi Sulistia, Regional Micro Banking Head BRI Region 5 Bandar Lampung, menyatakan bahwa Desa Hanura telah menunjukkan indikator capaian positif yang meyakinkan.
“Hanura adalah contoh nyata desa yang mampu bertransformasi berkat kolaborasi dan kreativitas,” ungkap Sulistia.
Ia menegaskan kembali bahwa BRI akan terus mendukung desa-desa yang memiliki semangat progresif untuk berkembang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian simbolis sejumlah fasilitas umum baru di Desa Hanura. Penandaan peresmian dilakukan melalui prosesi pemotongan pita oleh Rahmad Budi Sulistia bersama Kepala Desa Rio Remota.
Pada kesempatan yang sama, BRI meresmikan bantuan sarana dan prasarana yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mencakup Gapura Desa, Gazebo UMKM sebagai sentra penjualan, serta Spot Foto yang dapat menjadi ruang publik sekaligus daya tarik pariwisata mikro.
Kemeriahan acara turut didukung oleh pameran produk unggulan dari berbagai tenant UMKM binaan Desa Hanura, meliputi aneka kuliner, kerajinan, dan produk kreatif lainnya.
Pameran ini menjadi bukti konkret kontribusi BRI dalam mendorong kemandirian ekonomi kolektif di tingkat desa.
Melalui penyerahan apresiasi Desa BRILiaN, BRI dan Pemerintah Desa Hanura memperkuat fondasi kemitraan mereka dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Pesawaran. (*)






