Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil langkah taktis mengatasi persoalan sampah dan lingkungan dengan mencanangkan gerakan “Eco-Office” di seluruh jajarannya.
Komitmen ini ditegaskan Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Achmad Saefulloh dalam apel mingguan di Lapangan Korpri, Senin (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur, dalam sambutan tertulisnya, menyebut pengelolaan sampah sebagai isu fundamental yang menentukan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Tantangan kita masih besar, namun harus dihadapi dengan komitmen kuat,” kata Gubernur.
Sebagai jawaban, Pemprov memacu dua fokus utama, yakni percepatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSel) Regional dan penguatan Bank Sampah hingga ke tingkat RW dan Kecamatan.
Gerakan “Eco-Office” sendiri mewajibkan penerapan langkah-langkah praktis di lingkungan kerja. Efisiensi energi menjadi keharusan, seperti mematikan lampu dan AC di luar jam kerja serta menggunakan perangkat hemat listrik.
Disisi konservasi air, perbaikan kebocoran dan pembuatan lubang biopori menjadi instruksi wajib.
Gubernur juga menginstruksikan pengurangan limbah secara drastis melalui paperless office. Penggunaan kemasan sekali pakai dilarang keras, digantikan dengan tumbler dan tas pakai ulang (reusable bag).
Setiap unit kerja kini diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah (Organik, Anorganik, dan B3), serta mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan maggot.
“Penerapan Eco-Office bukan sekadar aturan, tetapi sebuah budaya kerja baru. Mari bawa semangat ini dari kantor hingga ke rumah tangga,” tutup Gubernur. (*)






