Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Komitmen untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 dan memberantas stunting di Kabupaten Tanggamus kian dikukuhkan.
Bupati H. Moh. Saleh Asnawi, didampingi sejumlah tokoh penting daerah, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garda Wibawa Raya di Pekon Way Harong, Kecamatan Air Naningan, Kamis (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluncuran dapur komunal ini menandai langkah konkret implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, langsung menyentuh denyut nadi masyarakat di tingkat akar rumput.
Pembina Yayasan Garda Wibawa Raya, H. Mukhlis Basri, yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Lampung, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah sebuah investasi peradaban. Ia tidak berbicara tentang keuntungan hari ini, melainkan tentang masa depan bangsa.
“Manfaat dari MBG ini akan kita rasakan 15 tahun yang akan datang, generasi penerus kita nanti akan kelihatan cerdas dan sehat. Ini adalah aset masa depan kita yang akan menentukan Indonesia Emas pada tahun 2045,” kata dia.
Mukhlis Basri tak menampik besarnya tantangan yang membayangi program ambisius ini. Ia secara terbuka menyinggung insiden keracunan di tempat lain, namun menegaskan bahwa risiko tersebut tidak boleh menyurutkan determinasi.
“Program yang besar sesungguhnya memang tentu harus menghadapi cobaan-cobaan,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi kompleksitas logistik harian untuk memberi makan 3.041 siswa, sebuah operasi yang jauh lebih rumit dari sekadar pesta pernikahan.
“Ini 3.040 (siswa) tiap hari dari Senin sampai Jumat. Kita bisa membayangkan ini butuh persiapan yang matang,” tuturnya.
Dengan nada lugas, ia menitipkan dapur tersebut kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kepala sekolah dan kepala pekon. Ia meminta masukan konstruktif jika ada kekurangan, alih-alih menjadikannya konsumsi media sosial.
“Berikan kami informasi, jangan duluan berikan informasi ke media sosial karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” tandasnya.
Di balik operasi besar ini, Kepala SPPG Way Harong, Mega Ratnasari, memaparkan kesiapan mesin organisasinya. Dapur ini diawaki oleh 3 staf, 1 chef, dan didukung oleh 47 relawan lokal.
“Untuk penerima manfaat saat ini ada 1.595 siswa dari 17 sekolah, dari PAUD sampai SMA. Dan ini akan terus bertambah sesuai target pemerataan 3.041 siswa dari 29 sekolah,” jelas Mega.
Sementara itu, Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi, dalam sambutan peresmiannya, memberikan apresiasi tinggi. Ia mencatat bahwa SPPG Way Harong adalah dapur ke-23 yang berdiri di kabupaten tersebut. Ini adalah bukti keseriusan Pemda dalam mengeksekusi arahan pusat.
“Program MBG ini adalah Program Prioritas Nasional, kami dari Pemda Tanggamus sangat mendukung dan mensupport. Beberapa Perangkat Daerah telah kami minta untuk dukung penuh,” ungkap Saleh.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya sinergi dengan berbagai instansi, termasuk KODIM, POLRES, dan Kejaksaan Negeri, yang telah mengawal pendirian SPPG di seluruh wilayah.
Sebagai penutup, Saleh Asnawi memberikan arahan tegas yang tak bisa ditawar.
Kualitas dan Keamanan Makanan
Ia meminta pengelola dapur untuk patuh pada Juknis, berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional, dan yang terpenting, menjaga standar higienitas.
Pemerintah Pusat, lanjutnya, telah mewajibkan SPPG memiliki Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS).
“Hindari hal-hal yang tidak di inginkan, karena Sajian Makanan tersebut akan di konsumsi oleh anak-anak kita sendiri,” pungkasnya.






