Kualitas Pelayanan Publik di Provinsi Lampung Buruk? Ombudsman RI Beri Zona Kuning!

- Editor

Kamis, 14 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menempati urutan peringkat ke-28 dari 34 Provinsi untuk standar pelayanan publik di Indonesia.

Ombudsman RI menempatkan Lampung masuk dalam kategori ‘Kualitas Sedang’ dengan skor 65,58, atau berada di Zona Kuning.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjadi tantangan bagi pemerintah daerah setempat untuk mencapai standar pelayanan publik yang lebih baik kedepan, seperti di sektor pendidikan, infrastruktur, dan agraria.

Data dari Ombudsman, sektor pendidikan menjadi pengaduan terbanyak, disusul infrastruktur dan agraria. pemerintah daerah tercatat sebagai instansi yang paling banyak menerima laporan dari masyarakat, mencapai 521 laporan.

Atas zona kuning ini, Pemprov Lampung menjadi sorotan atas menurunnya pelayanan publik, kebutuhan perbaikan layanan sudah seharusnya dilakukan demi memenuhi kebutuhan layanan masyarakat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung, Nur Rokhman Yusuf menurunnya peringkat Provinsi Lampung dalam hal pelayanan publik dan berada di zona kuning merupakan suatu keadaan yang memprihatinkan.

“Kami prihatin melihat Lampung yang masih saja berada di Zona Kuning. Harapan kami, hasil ini menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat,” jelas Nur Rokhman, dalam pemaparannya di acara yang bertajuk pelayanan publik di Hotel Emersia, Rabu (13/11).

Dirinya juga mengatakan, transparansi dan reformasi birokrasi harus menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Lampung.

“Sudah seharusnya Pemda memperbaiki roadmap pelayanan publik setiap lima tahun. Fokus utamanya adalah penghapusan praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini menjadi penghambat pelayanan,” ungkapnya.

Acara ini menghadirkan beberapa calon kepala daerah sekaligus menandatangani Pakta Integritas “Siap Melayani dan Anti Maladministrasi” sebagai komitmen untuk pelayanan publik yang lebih baik kedepan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kedapatan Bawa 10 Butir Ekstasi, Seorang Mahasiswa Ditangkap di Tulang Bawang
Diancam Sajam, Aksi Dua Bocah Kejar Maling Motor di Lampung Timur Terhenti
Niat Lerai Perkelahian COD Ponsel di Teluk Betung, Polisi Ringkus Mahasiswa Bawa Belasan Paket Tembakau Sintetis
Berawal dari Suara Tangisan, Warga Lamtim Dibuat Syok Temukan Plastik Merah Berisi Bayi
Aksi ‘Santuy’ Maling di Panjang, Barang Diunjal Satu-satu, dari Kulkas hingga Kasur!
Mahasiswa BEM se-Lampung Demo, Desak Penghentian Program MBG dan KDMP!
Beri Ultimatum Keras! Mahasiswa Lampung Ancam Gelar Aksi Susulan jika 6 Tuntutan Diabaikan
Demo Mahasiswa di Lampung Diwarnai Aksi Bakar Foto Prabowo, Tuntut Penurunan Harga BBM dan Bapok
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:50 WIB

Kedapatan Bawa 10 Butir Ekstasi, Seorang Mahasiswa Ditangkap di Tulang Bawang

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:44 WIB

Diancam Sajam, Aksi Dua Bocah Kejar Maling Motor di Lampung Timur Terhenti

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:29 WIB

Niat Lerai Perkelahian COD Ponsel di Teluk Betung, Polisi Ringkus Mahasiswa Bawa Belasan Paket Tembakau Sintetis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:50 WIB

Berawal dari Suara Tangisan, Warga Lamtim Dibuat Syok Temukan Plastik Merah Berisi Bayi

Senin, 15 Juni 2026 - 16:39 WIB

Aksi ‘Santuy’ Maling di Panjang, Barang Diunjal Satu-satu, dari Kulkas hingga Kasur!

Berita Terbaru