Caption : Mendikbud Ristek Nadiem Makariem Saat Diwawancarai Awak Media
Hariannarasi.com, Jakarta – Belum sesuai dengan target, kurikulum Merdeka belum 100 persen diterapkan diseluruh sekolah di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) akan menargetkan penerapan Kurikulum Merdeka 100 persen di tahun 2024.
Mendikbud Ristek Nadiem Makariem menjelaskan, bahwa dibutuhkan upaya dan kerjasama berbagai pihak agar terwujudnya penerapan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh di tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan memastikan agar semua sekolah di Indonesia dapat menerapkan Kurikulum Merdeka di 2024,” ujar Nadiem seperti dikutip laman resmi Kemendikbud Ristek.
Kurikulum Merdeka disusun untuk menjalankan amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kemudian, dimulai penerapannya dengan landasan Keputusan Mendikbudristek (Kepmendikbudristek) Nomor 262/M/2022.
Isi dari Kepmendikbudristek No. 262/M/2022 yaitu struktur kurikulum, aturan pembelajaran dan asesmen, P5 dan beban kerja guru di dalam Kurikulum Merdeka.
Hal ini menjadi dilema bagi sekolah yang belum bisa menerapkan kurikulum berbasis Kurikulum dengan sistem pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dimana konten belajar dan peserta didik dibuat lebih optimal. (red)






