Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Video viral seorang pria yang mengaku menjadi korban pembegalan di Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, dipastikan rekayasa.
Polisi mengungkap korban membuat cerita palsu karena panik setelah uang pinjaman habis untuk judi online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku rekayasa tersebut adalah Muhamad Ali (33). Video pengakuannya sebagai korban begal di jalan Desa Karang Pucung, Way Sulan, beredar luas di media sosial pada Sabtu (31/10/2026).
Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh memastikan peristiwa pembegalan itu tidak pernah terjadi.
“Yang kemarin itu rekayasa korban,” kata Stefanus, Minggu (1/11/2026).
Motif Stres Utang dan Orang Tua Sakit
Dari hasil pemeriksaan, motif Ali merekayasa kejadian adalah tekanan utang akibat kecanduan judi online (judol) serta kondisi orang tuanya yang sedang sakit.
“Motifnya karena stres banyak utang akibat judol, dan orang tuanya juga sedang sakit,” ujar Stefanus.
Setelah videonya viral, Ali mendatangi Polres Lampung Selatan dan membuat surat pernyataan bahwa kejadian pembegalan tersebut tidak benar. Polisi memastikan tidak ada laporan polisi terkait peristiwa itu.
“Iya, karena viral kemarin, yang bersangkutan membuat pernyataan tidak membuat laporan. Memang kejadian kemarin tidak ada,” jelasnya.
Uang Pinjaman Rp5,5 Juta Habis untuk Judol
Dalam surat pernyataannya, Ali mengakui uang yang diklaim dirampok begal sebesar Rp6 juta sebenarnya adalah uang pinjaman dengan total Rp5,5 juta.
Rinciannya, Rp2,7 juta merupakan pinjaman pertama dari seorang perempuan bernama Murnah, ditambah pinjaman kedua Rp2,5 juta dari orang yang sama, dan Rp300 ribu dari tetangganya.
Dari total tersebut, Rp1,5 juta digunakan untuk membayar utang kepada seseorang bernama Sartam dan Rp400 ribu untuk membeli sembako. Sisanya, Rp3,6 juta, dihabiskan untuk bermain judi online.
Ali mengaku menggunakan uang itu untuk berjudi dengan harapan mendapat keuntungan besar untuk melunasi tunggakan utang, termasuk utang di luar pinjaman tersebut. Namun uang itu ludes.
Panik ditagih pemberi pinjaman dan tidak ingin diketahui orang tuanya yang menderita sakit jantung, Ali kemudian membuat skenario menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas).
“Dalam kondisi tertekan, Ali akhirnya berinisiatif membuat cerita seolah-olah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) atau pembegalan. Dia bahkan membuat seolah-olah mengalami luka akibat serangan pelaku begal,” ungkap Stefanus.
Polisi memastikan luka bacok di tangan yang terlihat dalam video viral tersebut adalah luka lecet yang dibuat sendiri. “Iya, luka-luka lecet sendiri saja itu,” beber Stefanus.
Sebelumnya dalam video viral, Ali mengaku diserang dua pelaku bersenjata tajam di Desa Karang Pucung hingga mengalami luka bacok di tangan dan kehilangan uang tunai Rp6 juta. Ia juga mengklaim sepeda motornya gagal dibawa kabur pelaku karena kehabisan bensin. (*)






