Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Tengah menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada 19.214 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai September 2026.
Sanksi tegas ini dijatuhkan setelah belasan ribu keluarga tersebut terindikasi menggunakan rekening bank dan dompet elektronik (e-wallet) untuk transaksi judi online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah, Ari Nugraha Mukti, mengatakan, temuan ini merupakan hasil pemadanan data transaksi keuangan digital yang dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Penonaktifan sementara ini menyasar penerima dari dua program utama, yakni sebagian dari 55.220 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) serta 100.719 KPM Program Sembako di Lampung Tengah pada triwulan berjalan.
”Dari hasil pemadanan data oleh pemerintah pusat, ditemukan sebanyak 19.214 KPM di Lampung Tengah yang terindikasi transaksi judi online,” ujar Ari Nugraha Mukti, Selasa (8/9/2026).
Ari menjelaskan, penangguhan tidak hanya berlaku jika kepala keluarga yang bermain judi online.
Indikasi transaksi yang dilakukan oleh anggota keluarga lain dalam satu instrumen penerima, seperti suami, istri, anak, hingga cucu juga menjadi dasar pembekuan bantuan.
Sebagai solusi, Dinsos Lampung Tengah menyediakan dua skema pemulihan, yaitu mekanisme penghentian aktivitas judi online dan mekanisme sanggah.
Ari menyebutkan, sejumlah KPM yang telah mengajukan sanggahan dan disetujui oleh Kemensos kini status bantuannya sudah kembali aktif.
Namun, Ari memberikan peringatan keras bahwa pemulihan tersebut diiringi dengan pengawasan ketat.
Jika KPM yang telah dipulihkan kembali kedapatan bermain judi online, pemerintah akan mencabut hak kepesertaan bansos mereka selamanya.
”Bansos ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat seperti kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan, bukan untuk hal lain. Jika ada KPM yang sudah dipulihkan lalu terindikasi dua kali bermain judi online, tidak ada lagi ampunan dan bantuannya akan dihentikan secara total,” tegasnya. (*)






