Anggaran Dipisah dari Pendidikan, Bagaimana Nasib MBG? Ini Jawaban BGN terkait Putusan MK

- Editor

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai arahan pemerintah pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan anggaran MBG dari anggaran pendidikan mulai tahun 2028.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sudaryono menegaskan bahwa kapasitas BGN murni sebagai lembaga pelaksana operasional.

Oleh karena itu, pihaknya akan tunduk dan menjalankan seluruh kebijakan lanjutan yang diputuskan oleh pemerintah terkait putusan MK tersebut.

​”Terkait keputusan MK, kami adalah lembaga pemerintah operasional. Tentu saja kami akan melaksanakan apa pun yang menjadi keputusan negara dan kebijakan dari pemerintah,” ujar Sudaryono.

​Mengenai mekanisme lanjutan serta implikasi pemisahan anggaran tersebut, Sudaryono menyebut hal itu merupakan kewenangan Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran.

Ia menyarankan agar pertanyaan terkait teknis anggaran diarahkan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sementara BGN akan tetap fokus memastikan pelaksanaan program di lapangan berjalan dengan baik.

​Di samping merespons putusan MK, BGN saat ini juga tengah melakukan sinkronisasi data dengan Kementerian Kesehatan untuk memperluas cakupan program MBG.

Implementasi program akan difokuskan pada wilayah prioritas, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih mencatatkan prevalensi stunting (tengkes) tinggi.

​Penyisiran data tersebut dilakukan secara rinci mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Sudaryono menekankan, wilayah dengan tingkat stunting tinggi tidak hanya terpusat di kawasan timur Indonesia, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

​”Daerah 3T ini sama dengan angka stunting-nya tinggi. Tidak hanya di Papua atau NTT, ada juga beberapa temuan di beberapa kabupaten di Jawa yang angka stunting-nya tergolong cukup tinggi dan masuk prioritas,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ada Rocky Gerung Hingga Eks Ketua MK Anwar Usman
Anggaran MBG Capai Rp240,2 Triliun, Subsidi Gas Melon dan BBM Dipangkas Hampir Rp12 Triliun!
Sekda Definitif Tersandung Korupsi, Sulpakar Ditunjuk Jadi Pj Sekda Lampung Tengah
Eks Kapolri Merapat ke Istana, Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri
Cek Rekening! 13,3 Juta Pekerja Terima Bantuan Subsidi Rp900 Ribu
PPPK Paruh Waktu Langsung Naik Status Penuh Waktu Januari 2027, Cek Besaran Gaji per Golongan!
Cetak Sejarah Baru, Belanja RI 2027 Tembus Rp4.000 Triliun! 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ada Rocky Gerung Hingga Eks Ketua MK Anwar Usman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Anggaran MBG Capai Rp240,2 Triliun, Subsidi Gas Melon dan BBM Dipangkas Hampir Rp12 Triliun!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sekda Definitif Tersandung Korupsi, Sulpakar Ditunjuk Jadi Pj Sekda Lampung Tengah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Eks Kapolri Merapat ke Istana, Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri

Berita Terbaru