Antisipasi Puncak Kemarau dan Gagal Panen, BPBD Lampung Siapkan Hujan Buatan

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk mengantisipasi meluasnya dampak musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada September 2026.

​Langkah ini disiapkan guna mencegah terjadinya krisis air bersih dan ancaman gagal panen yang dapat melumpuhkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lampung, Muhammad Fareza Revanza, menegaskan, kekhawatiran utama saat ini adalah dampak lanjutan kemarau terhadap status Lampung sebagai lumbung pangan nasional penghasil padi, jagung, dan kopi.

​”Kalau pasokan air terus berkurang, risikonya bisa sampai gagal panen dan itu akan berdampak pada perekonomian daerah,” ujar Fareza, Senin (27/7/2026).

​Fareza menjelaskan, pelaksanaan hujan buatan nantinya akan dieksekusi berdasarkan perkembangan kondisi awan dan hasil pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

​”Teknologinya sama, tetapi pendekatannya berbeda. Awal tahun kita mengurangi curah hujan karena ancaman banjir, sedangkan sekarang justru menambah curah hujan untuk mengurangi dampak kekeringan,” jelasnya.

​Selain sektor pertanian, BPBD juga menyoroti potensi krisis air bersih di kawasan permukiman warga, terutama di daerah yang masih sangat bergantung pada sumur dan sumber air permukaan.

​Sembari mematangkan rencana OMC, BPBD Provinsi Lampung kini berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk memperkuat langkah mitigasi.

Upaya yang sedang berjalan meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, sosialisasi kesiapsiagaan, serta edukasi publik.

​BPBD juga secara resmi mengimbau seluruh masyarakat Lampung untuk segera menghemat penggunaan air bersih.

Menurut Fareza, upaya mitigasi dari pemerintah harus diiringi dengan partisipasi aktif masyarakat agar dampak krisis air selama musim kemarau dapat diminimalkan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan di Tulang Bawang Memanas! Diduga SGC Kerahkan Ratusan Karyawan Gusur Gubuk dan Perkebunan Warga
Polda Lampung dan PWI Siap Bersinergi, Amankan Kick Off HPN dan Porwanas 2027
Ratusan Massa Aliansi Lampung Melawan Desak RDPU di DPRD, Aksi ‘Rapor Merah Prabowo’ Sempat Ricuh! 
Viral! Bangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Marga Jaya Lampung Barat, Berdiri di Jalur Trabas Berlumpur
Dari Tak Miliki Izin Kemenag hingga Guru Cabuli Santriawati, Ini Segudang Masalah Sekolah Islam ANAGIBS!
Gunung Api Anak Krakatau Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik, Status Naik Jadi Level III Siaga! 
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Bercadar di Register 44 Way Kanan, Pria 29 Tahun Asal Mesuji Tewas Mengenaskan!
Viral! Truk Kopdes Merah Putih Ugal-ugalan di Bandar Lampung, Tuai Kecaman Warganet
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Konflik Lahan di Tulang Bawang Memanas! Diduga SGC Kerahkan Ratusan Karyawan Gusur Gubuk dan Perkebunan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Polda Lampung dan PWI Siap Bersinergi, Amankan Kick Off HPN dan Porwanas 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Ratusan Massa Aliansi Lampung Melawan Desak RDPU di DPRD, Aksi ‘Rapor Merah Prabowo’ Sempat Ricuh! 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Viral! Bangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Marga Jaya Lampung Barat, Berdiri di Jalur Trabas Berlumpur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Dari Tak Miliki Izin Kemenag hingga Guru Cabuli Santriawati, Ini Segudang Masalah Sekolah Islam ANAGIBS!

Berita Terbaru