Caption : Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Fraksi PDI Perjuangan, Joni Ansonet.
Hariannarasi.com, Tanggamus – Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Fraksi PDI Perjuangan, Joni Ansonet, mendesak aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap komplotan pencuri spesialis pembobol rumah serta toko yang beraksi di Kecamatan Ulubelu.
Pasalnya, puluhan rumah dan toko warga telah menjadi sasaran kejahatan dalam beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Joni menyampaikan keprihatinannya atas rentetan kasus pencurian yang menimbulkan kerugian materiil dan memicu keresahan masyarakat. Ia menduga kuat bahwa aksi tersebut tidak dilakukan oleh pelaku amatir.
”Kalau melihat dari modus dan cara kerja pelaku, sepertinya aksi ini dilakukan secara terencana dan oleh pelaku yang sudah profesional atau terbiasa melakukan tindak kejahatan,” tegas Joni, Sabtu (10/5/2026).
Untuk menghentikan aksi kejahatan yang terus berulang, Joni meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan dari malam hingga dini hari. Ia berharap, pengungkapan jaringan pelaku pembobolan ini dapat dilakukan secepat mungkin agar situasi kembali kondusif.
Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi erat dengan aparat keamanan yang bertugas di desa, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sebagai langkah pencegahan yang efektif, Joni menekankan pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan keliling (Siskamling).
“Kami mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat serta pemerintahan pekon untuk berkolaborasi dengan aparat penegak hukum, baik Polri maupun TNI, yang selama ini sudah ada di setiap pekon melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Joni juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah pekon, hingga tokoh pemuda untuk aktif mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Program ronda harus lebih diintensifkan kembali secara rutin di masing-masing pekon agar masyarakat bisa bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus kini berada dalam kecemasan mendalam setelah serangkaian aksi pencurian beruntun menimpa hampir kurang lebih 50 toko dan rumah warga setempat dengan modus mencongkel jendela maupun pintu.
Para pelaku hingga saat ini masih belum berhasil ditangkap, meskipun laporan telah disampaikan kepada aparat kepolisian Polsek Pulaupagung.
“Para korban sebagian sudah melapor kepihak berwajib maupun berkordinasi dengan anggota dewan dapil pemilhan wilayah Ulubelu, namun aksi pencurian terus terjadi berulang,” ujar Andi yang juga pengusaha toko kelontong diwilayah tersebut.
Aksi pencurian terbaru menipa toko Eko di Pekon Ngarip, Jumat dinihari kemarin (8/5). Pelaku berhasil masuk kedalam toko dengan terlebih dahulu mencongkel pintu serta mematikan seluruh CCTV.
“Para pelaku berhasil membawa dua bal rokok bull dan juga uang tunai sebesar 25 juta yang ada di dala laci toko,” jelas Endang warga Pekon Ngarip yang juga pernah menjadi korban aksi pencurian.
Kasus serupa juga menimpa 5 toko maupun rumah lainnya di Kecamatan Ulubelu. Dimana berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pencuri berhasil membobol toko Ifan di Pekon Datarajan pada pulang Febuari 2026. Pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp40 Juta.
Tak lama berselang masih di Pekon Ngarip, toko Amin yang di bobol maling, dengan kerugian rokok, dua karung kopi kering dan uang tunai Rp15 Juta. Tak berselang lama toko fayola yang giliran di satroni para pelaku pencurian.
“Toko saya di bobol maling kejadiannya belum lama ini. Maling berhasil membawa bermacam merek rokok, henpon gegam dan beserta uang tunai, kerugian yang saya alami sekitar Rp45 Juta,” kata Alex pemilik toko.
Korban selanjutnya menimpa toko Wanti di Pekon Muaradua. Pelaku berhasil membawa uang tunaik, rokok dan juga emas 15 gram dengan kerugian 35 juta lebih.
Berikut data korban pencurian yang dihimpun dari bulan Januari 2026 hingga Mei 2026:
Korban pencurian di Pekon Pagar Alam, antara lain:
1. Warung Bakso Sahara, yang berhasil di bobol pencuri dan menggasak uang tunai Rp20 Juta beserta barang berharga dengan di taksir kerugian senilai Rp30 Juta.
Korban pencurian di Pekon Ngarip, antara lain:
1. Rumah Mbak Rom, kopi 2 karung kering (belum digiling) kerugian ditaksir Rp7 Juta.
2. Rumah Mbak Yenti/Mas Hermanto
Kopi kering (belum digiling) 4 karung.
3. Rumah Heru/Lia, kopi sebanyak 2 karung, dihalaman masih basah, kerugian Rp3 Juta.
4. Rumah Mia/Sukis, uang tunai Senilai Rp4 Juta.
5. Rumah Pak Jumarudin lada, sekitar 80kg gabah kering, kerugian Rp4 Juta.
6. Rumah Budi Tebing Abri (uang tunai, air soft gun) kerugian senilai Rp15 Juta.
Korban pencurian di Pekon Sendang Agung, antara lain:
1. Rumah mertua Rikmanto di Sendang Agung, Kopi dan Motor, kerugian senilai Rp25 Juta.
2. Orang Tua Mbak Puji di Sendang Agung, Kopi, kerugian Rp15 Juta.
Korban pencurian di Pekon Muara Dua, antara lain:
1. Lilik, kerugian uang tunai senilai Rp15 Juta.
2. Wanti, emas seberat 15 gram dan uang tunai Rp5 Juta.
Korban pencurian Pekon Karang Rejo antara lain:
1. Budi Raharjo, uang tunai senilai Rp4 juta beserta kopi satu karung.
Korban pencurian di Pekon Datarajan, antara lain:
1. Edi, Uang senilai Rp5 juta.
2. Fayola/Alex, Rp32 juta.
3. Ifan kerugian uang tunai Senilai Rp40 juta
4. Yayan uang Rp5 juta.
5. Toko Khoiri, rokok dan sembako kerugian di kisaran Rp6 juta.
6. Toko Lutfi yang menjual sembako dan rokok kerugian sekitar Rp8 juta.
7. Andi, kopi dua kinta kerugian ditaksir senilai Rp14 juta.
8. Tari, uang tunai Rp6 juta dan sembako
9. Bidan Yuni, kerugian sekitar Rp4 juta. (*)






